Karena tertawan orang menjadi tawanan

“Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.” Kolose 2: 8

Homonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Jika lafalnya sama disebut homofon, tetapi jika yang sama adalah ejaannya maka disebut homograf. Kata “tertawan” misalnya adalah homograf karena bisa berarti terpikat atau pun tertangkap. Karena begitu berbeda artinya, tentu saja kita harus berhati-hati dalam menggunakan kata ini.

Sungguh menarik bahwa kata terpikat dalam bahasa Inggris adalah captivated sedangkan kata captive mempunyai arti tawanan atau tertangkap. Usut punya usut, kedua kata itu berasal dari kata captus dalam bahasa Latin yang berarti ditangkap (menjadi tawanan). Kelihatannya orang memang bisa tertawan karena tertawan, seperti Simson yang menjadi tawanan orang Filistin karena tertawan oleh kecantikan Delila.

Ayat di atas yang ditulis oleh rasul Paulus untuk jemaat di Kolose mengingatkan agar jangan ada yang menawan mereka dengan filsafatnya yang kosong dan palsu. Kata menawan disini haruslah diartikan sebagai “menangkap” bukan “memikat”. Walaupun demikian, dalam kenyataannya orang bisa terpikat oleh pengajaran yang nampaknya indah tetapi sebenarnya kosong dan palsu. Mereka tidak secara fisik menjadi tawanan, tetapi secara rohani sudah ditangkap , disesatkan dan dijadikan tawanan atau hamba dosa.

Bagaimana pula orang Kristen bisa kembali menjadi tawanan atau hamba dosa? Pada umumnya orang Kristen tidak mudah jatuh ke dalam dosa yang jelas terlihat jelek. Tetapi mereka mudah jatuh karena terpikat, tertawan oleh sesuatu yang terlihat indah. Mereka tertawan oleh penampilan tokoh-tokoh gereja yang dikenal sebagai orang-orang yang pandai berbicara, hebat penampilan dan khotbahnya, atau yang luar biasa pengalaman rohaninya. Mereka tidak lagi bisa memusatkan perhatiannya kepada Kristus, karena terpikat oleh penampilan manusia yang terlihat menawan. Persis seperti Adam dan Hawa yang terpikat oleh bujukan si ular.

Firman Tuhan kali ini mengingatkan kita bahwa jika kita mudah tertawan oleh penampilan manusia, cepat atau lambat kita akan menjadi tawanan dosa sehingga kehidupan rohani kita akan menjadi kerdil karena terbelenggu oleh berbagai ajaran yang sesat. Oleh karena itu, biarlah kita boleh menjadi umat yang menurut ajaran Kristus dan bukannya ajaran manusia.

“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.” Kolose 2: 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s