Tuhan membenci kekacauan

“Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.” 1 Korintus 14: 33

Jika kita memikirkan keadaan di surga, tentu bisa kita bayangkan bahwa semuanya serba indah, megah dan terang benderang.  Kenyataan bahwa Tuhan pada mulanya menciptakan langit dan bumi dan membuat terang berkuasa atas kegelapan (Kejadian 1: 1 – 5), dan kemudian menciptakan bumi dan segala isinya membuktikan bahwa Ia bekerja seperti seorang artis yang berkarya dan menghasilkan sesuatu yang sedap dipandang dan dinikmati. Lebih dari itu, Tuhan juga bekerja secara sistimatis sehingga semua yang ada di jagad-raya ini bisa saling mendukung dan saling menggenapi. Tuhan jelas membenci kekacauan.

Jika kekacauan terjadi di bumi karena dosa manusia, itu bukan kejutan untuk Tuhan yang mahatahu. Karena itu, Tuhan sudah mempersiapkan rencana agungnya untuk menyelamatkan manusia yang dikasihiNya dari awalnya. Tuhan ingin agar semua manusia yang mau  bertobat dari dosanya bisa hidup bersama Dia di surga pada waktunya. Selama hidup di dunia, mereka yang mau menjadi umatNya mengalami pertumbuhan rohani dan dipersiapkanNya untuk kehidupan kekal di surga. Pertumbuhan rohani yang hanya dimungkinkan oleh bimbingan Roh Kudus, tidak hanya memperbaiki hati dan pikiran manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, tetapi juga mengubah cara hidup sehari-hari dengan hubungannya dengan sesama manusia.

Ayat di atas ditulis oleh Paulus sehubungan dengan adanya kekacauan di gereja Korintus yang disebabkan oleh adanya orang Kristen yang menggunakan karunia yang berbeda-beda pada waktu yang bersamaan, yang mana menimbulkan kebingungan dan kekacauan di antara jemaat yang hadir. Paulus kemudian menasihati mereka agar bisa menahan diri dan memakai sopan-santun dan tata-cara yang baik dalam berbakti, agar semua orang yang hadir dapat belajar dan memperoleh kekuatan (1 Korintus 14: 31). Disini kita bisa melihat bahwa apapun yang baik, jika tidak dilaksanakan dengan baik akan menimbulkan kekacauan dan tidak membawa kedamaian. Kita juga bisa menyadari bahwa apa yang baik secara rohani (karunia Roh) tidak boleh membuat apa yang jasmani (tata-cara, sopan-santun, disiplin) menjadi sesuatu yang boleh ditelantarkan.

Adalah kenyataan bahwa di zaman ini, manusia pada umumnya sudah mempunyai pendidikan yang lebih baik dari apa yang dimiliki jemaat Korintus. Walaupun demikian, pendidikan yang baik tidak menjamin kelakuan atau tingkah laku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, banyak orang yang melakukan berbagai perbuatan tercela dalam masyarakat, yang merugikan sesama,  yang menimbulkan kekacauan, dan yang menghilangkan kedamaian hidup, karena mereka mendahulukan kepentingan diri sendiri di atas segalanya. Selain itu, ada juga orang yang menjalani hidupnya menurut apa yang disenanginya, tanpa menuruti sopan-santun dan hukum yang berlaku. Sekalipun mereka tidak secara langsung menimbulkan kegundahan dalam masyarakat, hidup mereka yang kacau bisa menghilangkan kedamaian hidup orang-orang di sekitarnya. Manusia tanpa bimbingan Roh Kudus memang sulit untuk hidup dalam ketertiban.

Ayat di atas mengajarkan bahwa sebagai orang Kristen kita harus mengerti bagaimana kita seharusnya hidup untuk Tuhan selama di dunia dan bisa membuat sesama kita berbahagia. Melalui hidup yang tertib, sopan dan berdisiplin kita memenuhi panggilan Tuhan untuk menghindari kekacauan dan mencari damai sejahtera.  Tetapi, bagaimana kita bisa mempraktikkan hal ini dalam hidup sehari-hari? Apa yang diajarkan Paulus kepada jemaat di Korintus barangkali bisa diringkas sebagai tindakan-tindakan praktis sebagai berikut:

  1. Selalu memilih waktu yang tepat.
  2. Mau menunggu giliran kita.
  3. Bisa menempatkan orang, sarana dan kegiatan yang cocok.
  4. Menjalani hidup yang rapi dan tidak berantakan.
  5. Tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
  6. Menghormati orang lain, dan menghargai fungsi dan kedudukan mereka.
  7. Tidak menimbulkan kekacauan dan kebingungan.
  8. Setia dalam melakukan pekerjaan sehari-hari.

Biarlah hubungan rohani kita dengan Tuhan bisa  membuat kita lebih mampu dan mau menaati tata-cara, sopan-santun dan disiplin yang baik dalam hidup bermasyarakat untuk kemuliaanNya!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s