Untungnya menjadi orang Kristen

“Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihiNya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihatNya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.” 1 Petrus 1: 8 – 9

Di zaman ini, orang selalu menghitung untung-ruginya semua rancangan atau tindakan.  Dalam perhitungan ekonomi sebuah proyek misalnya, angka rasio antara keuntungan dan biaya (benefit/cost ratio) seringkali dipakai untuk memutuskan apakah proyek itu akan bisa dilaksanakan. Jika rasio itu lebih besar dari satu, proyek itu mungkin akan dijalankan. Sebaliknya, jika biayanya diduga akan lebih besar dari keuntungan, orang akan membatalkan proyek itu. Ini adalah suatu prinsip bisnis yang umum.

Perhitungan untung -rugi secara materi agaknya juga sering muncul dalam kehidupan bermasyarakat, sampai-sampai untuk berteman ataupun berkeluarga, ada orang-orang yang mengambil keputusan berdasarkan besarnya keuntungan di masa depan. Jika hubungan antar manusia tidak bisa membawa keuntungan, orang mungkin akan kehilangan minat untuk meneruskannya. Dalam hal ini, adanya orang yang mempunyai kedudukan, pengaruh atau harta seringkali memberi insentif bagi orang lain untuk mau membina hubungan yang baik dengan mereka.

Jika untung rugi sering diperhitungkan dalam kehidupan bermasyarakat, ada orang -orang yang mempertimbangkan hal yang serupa dalam kehidupan rohani. Apa untungnya untuk menjadi Kristen? Buat apa rajin ke gereja atau membaca Alkitab? Bukankah untuk menjadi orang benar-benar Kristen itu tidak mudah? Jika orang sudah kurang punya waktu untuk menikmati hidup, mengapa pula mereka harus peduli dengan soal rohani?

Ayat di atas agaknya menmbenarkan bahwa menjadi orang Kristen bukanlah mudah. Mereka belum pernah melihat Yesus, namun mereka harus bisa mengasihiNya. Mereka harus bisa percaya kepada Dia, sekalipun tidak melihatNya. Apakah ini mungkin untuk dilakukan dan apa untungnya? Alkitab menjelaskan bahwa semua ini bisa dilakukan karena Yesus yang sudah turun ke dunia, dan mati di kayu salib untuk menebus mereka yang percaya kepadaNya. Kasih Yesus begitu besar membuat orang Kristen bisa mengasihiNya. Sekalipun orang Kristen tidak pernah berjumpa dengan Yesus, mereka bisa merasakan kehadiranNya dalam hidup mereka, dan karena itu mereka bisa percaya sekalipun belum melihatNya.

Orang Kristen merasa beruntung karena Yesus sudah menang atas kematian dan karena itu mereka tidak perlu bergantung kepada faktor “kemujuran” untuk bisa ke surga. Mereka tidak pula perlu bergantung kepada usaha yang sia-sia untuk menjadi orang yang cukup baik bagi Tuhan untuk bisa diselamatkan. Sebaliknya, orang Kristen bisa merasakan keuntungan yang sangat besar karena hanya melalui karunia Tuhan mereka bisa menerima keselamatan secara cuma-cuma. Karena itulah mereka yang masih hidup di dunia sudah bisa bergembira karena sukacita yang besar, karena mereka telah mencapai tujuan iman, yaitu keselamatan jiwa mereka. Sudah tentu untuk menjadi pengikut Kristus yang setia tidaklah mudah, tetapi keuntungannya jauh lebih besar dari segala kesulitan dan penderitaan yang kita alami selama hidup di dunia!

“Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.” Filipi 3: 7 – 8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s