Jangan mundur dari iman

“Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.” Markus 8: 38

Berita media pagi ini menunjuk pada penurunan jumlah pengikut agama Kristen di Amerika. Hasil survei pada tahun 2018-2019 menyatakan bahwa jumlah itu sekarang hanya 62%, berkurang 10% dari dekade yang lalu. Sebaliknya orang yang mengaku ateis atau agnostik bertambah banyak jumlahnya. Jika pada tahun 2009 hanya 17%, sekarang ada 26%.

Sangat menarik bahwa seperti Indonesia, Amerika mempunyai semboyan “Kepada Tuhan kami percaya” atau “In God we trust“. Agaknya semboyan semacam ini mulai kehilangan maknanya karena orang bisa memilih “tuhan” yang disukainya, dan hanya melakukan kewajiban agama yang dirasakan mudah dan enak saja. Banyak orang malahan canggung atau malu kalau dianggap religius, apalagi fanatik.

Selain itu, dalam kehidupan bermasyarakat ada kecenderungan bahwa agar sukses dalam hidup, orang harus fleksibel dan bisa menerima kepercayaan lain sebagai alternatif untuk mencapai keselamatan di surga. Tidaklah mengherankan bahwa banyak orang yang mengaku Kristen juga berpendapat bahwa semua agama sama baiknya, dan orang juga bisa hidup baik tanpa beragama.

Jika ada kemunduran agama Kristen di banyak negara barat, di negara lain agama Kristen terlihat berkembang dengan pesat. Dari jumlah pengikutnya, kemajuan agama Kristen di Asia mungkin di anggap sebagai berkat Tuhan. Walaupun demikian, banyaknya orang yang mengaku Kristen bukan berarti bahwa nama Tuhan dipermuliakan. Mereka yang hanya mengaku dengan mulut, belum tentu mempraktikkan iman mereka dalam kehidupan sehari-hari. Mereka yang menyembunyikan kekristenan mereka untuk bisa dengan bebas melakukan kejahatan dan dosa yang dilakukan orang lain, tidak lain adalah orang yang mempermalukan Tuhan.

Ayat di atas mengingatkan kita bahwa jika kita benar-benar mau menjadi pengikut Kristus, segala tindak-tanduk kita haruslah menyatakan rasa syukur kita kepada Tuhan atas keselamatan yang kita terima. Dengan itu, kita tidak ragu-ragu untuk menjalankan hidup dan tingkah-laku yang berbeda dengan orang yang tidak mengenal Tuhan. Kita tidak akan malu menjadi orang Kristen, sekalipun orang lain mencemooh kita. Kita tetap maju dalam iman walaupun banyak orang lain yang sudah meninggalkan kepercayaan mereka. Baik dengan mulut maupun hati kita, kita akan tetap bertahan dalam kasih Kristus untuk selama-lamanya.

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.” Roma 10: 9 – 11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s