Carilah firman Tuhan yang asli

“Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.” 2 Korintus 4: 2

Beberapa tahun terakhir ini kita bisa banyak menjumpai begitu banyak berita palsu alias hoax, terutama di media sosial. Dalam hal ini, pemerintah negara mana pun berusaha untuk mengatasi peredaran berita-berita palsu yang bisa menimbulkan kekacauan dan kebingungan dalam hidup bernegara. Selain berita palsu, adanya berbagai berita-berita tendensius juga bisa menimbulkan kebencian antar golongan, dan ini pun harus bisa diatasi.

Jika berita palsu mengenai hal yang bersangkutan dengan politik dan hukum umumnya ditangani pemerintah, kebohongan yang menyangkut agama biasanya diabaikan pemerintah, selama itu tidak menimbulkan kekacauan dalam masyarakat. Dengan demikian, setiap orang beragama bisa saja mengungkapkan pendapat keagamaanya selama tidak melecehkan orang atau agama lain. Dengan demikian, tidaklah mengherankan jika banyak tokoh agama yang memakai cara mereka sendiri untuk menarik perhatian masyarakat. Mereka dengan tidak malu-malu, menggunakan prinsip-prinsip bisnis keduniawian untuk mencari keuntungan dan nama besar. Seringkali mereka menggunakan apa yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, dan bahkan berbagai kebohongan dan sensasi untuk mencari pengagum dan pengikut.

Agaknya bukan di zaman ini saja kita menemui orang-orang Kristen yang kelihatannya rajin mengabarkan injil, tetapi apa yang disampaikan mereka belum tentu sesuai dengan firman Tuhan yaitu Alkitab. Paulus dalam ayat di atas mengingatkan jemaat di Korintus bahwa ia dan rekan-rekannya tidak pernah melakukan perbuatan tersembunyi yang memalukan; mereka tidak mau berlaku licik dan memalsukan firman Allah. Sebaliknya, mereka menyatakan kebenaran Tuhan tanpa tedeng aling-aling. Dengan demikian mereka menyerahkan diri mereka dengan segala pengajaran mereka untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Tuhan.

Hari ini firman Tuhan menegaskan bahwa sebagai umat Tuhan kita harus berhati- hati menanggapi pengajaran mereka yang terkenal sebagai tokoh yang mempunyai karisma, yang terlihat bijak dan pandai menyampaikan firman Tuhan, yang mempunyai pengalaman pribadi yang nampaknya hebat. Sebagai umat Kristen kita harus mengukur semua pengajaran mereka dengan Alkitab. Dengan rajin mempelajari firman Tuhan, kita akan dapat menguji dan mempertimbangkan ajaran-ajaran mereka.

Mereka yang benar-benar hamba Tuhan adalah orang-orang yang tulus yang tidak mencari kehormatan atau kekayaan diri sendiri. Mereka tidak melakukan perbuatan tersembunyi atau hal-hal yang memalukan; mereka tidak memakai cara-cara licik dalam mengabarkan Injil dan tidak pernah memalsukan firman Allah dengan menggantinya dengan pikiran manusiawi. Mereka adalah orang-orang yang rendah hati dan mau mendengarkan pendapat orang lain dan tidak berpegang pada pengertian diri sendiri.

“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” 1 Yohanes 4: 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s