Belajar terus sampai akhir

“Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.” Amsal 2: 11

Pernahkah anda mendengar sebuah slogan yang berbunyi “Ancora imparo“? Slogan ini berasal dari Italia dan seringkali dihubungkan dengan seorang jenius dari abad Renaisans: Michelangelo. Menurut kepercayaan umum, ia membuat slogan ini pada waktu berumur 87 tahun. Benar atau tidaknya hal ini tentu tidak ada orang yang tahu, tetapi yang pasti apa yang dikatakannya ada benarnya.

Anda tidak tahu apa arti slogan itu? Saya pun tidak akan tahu kalau saja universitas saya tidak memakai slogan itu sebagai semboyan dari logonya. Arti semboyan itu adalah “saya masih belajar”. Kalau betul Michelangelo menemukan slogan itu ketika ia berumur 87 tahun, tentulah ia benar-benar hebat. Kebanyakan orang seumur itu tidak lagi mau atau mampu untuk belajar.

Sejak kapan manusia bisa belajar sesuatu? Menurut ilmu sains, seorang bayi yang masih berada dalam kandungan sudah bisa mendengarkan suara dan musik dari luar. Apa yang didengar bayi ini akan mempengaruhi hidupnya setelah dilahirkan. Sesudah itu, manusia tidak akan berhenti belajar selama ia masih mampu.

Memang dalam hidup ini ada banyak hal yang bisa dan harus dipelajari. Walaupun begitu, ada saja orang-orang yang tidak pernah mau belajar selama mereka masih bisa. Mereka adalah orang-orang yang merasa sudah tahu atau orang-orang yang sombong dan keras kepala, yang tidak mau belajar dari orang lain.

Sejak kapan manusia bisa belajar dari Tuhan? Sejak dapat melihat keindahan dan kebesaran ciptaan Tuhan, manusia tidak dapat berdalih untuk menolak adanya Tuhan. Walaupun demikian, mereka yang sudah melihat dengan mata adanya mujizat Tuhan, belum tentu akan percaya kepadaNya. Manusia tidak akan dapat mengenal Tuhan jika Ia tidak membuka mata rohani manusia.

Mereka yang mengenal Tuhan tentu akan mengenal suaraNya. Tetapi itu belum menjamin bahwa mereka akan mau mendengar segala perintah, didikan dan peringatan Tuhan. Manusia memang cenderung mau mendengar apa yang dikehendakinya saja. Manusia dari awalnya ingin untuk merdeka berbuat apa yang mereka ingini.

Ayat di atas memperingatkan semua umat Tuhan untuk berhati-hati. Jangan sampai kita menolak didikan Tuhan, dan jangan sampai kita merasa bosan akan peringatan-Nya. Selama kita hidup di dunia, Tuhan ingin agar kita selalu taat dan mau belajar dari Dia yang mahabijaksana.

Tidak peduli berapa umur kita atau setinggi apa pendidikan kita, kita harus dengan rendah hati mau belajar untuk menjadi pengikutNya yang setia setiap hari. Mereka yang mau belajar akan bertambah hikmatnya sehingga makin sadar bahwa mereka perlu untuk tetap setia belajar hari demi hari, tidak hanya dari firmanNya, tetapi juga dari nasihat orang tua, suami, istri dan saudara seiman, sampai saat terakhir. Hanya orang yang bodoh yang mengabaikan suara Tuhan dalam hidupnya dan itu akan membuatnya tersesat ke jalan yang keliru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s