Benarkah kita mengenal Tuhan?

“Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,  sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.” Kolose 1: 9 – 12

Apakah anda kenal dengan Rudy Hartono? Dapatkah anda mengenalinya jika anda bertemu dengan dia di jalan? Rudy Hartono Kurniawan lahir dengan nama Nio Hap Liang adalah salah satu mantan pemain bulu tangkis Indonesia yang namanya pernah diabadikan dalam Guiness Book of World Records pada tahun 1982 karena berhasil membawa Indonesia meraih juara All England delapan kali dan memenangkan Thomas Cup sebanyak empat kali. Delapan gelar All England adalah rekor milik Rudy di nomor tunggal putra yang belum pernah berhasil dicuri oleh pebulutangkis tunggal putra di generasi berikutnya. Saya sendiri hanya mengenal namanya lewat siaran pandangan mata pertandingan bulutangkis mulai tahun 1960an. Dengan demikian, saya tidak tahu banyak mengenai kehidupan, sifat dan kebiasaan Rudy. Saya tahu, tetapi tidak kenal dia; dan besar kemungkinan saya tidak dapat mengenalinya di jalan, sekalipun saya pernah melihat foto terbarunya di media.

Apakah anda kenal dengan Tuhan Allah yang mahakuasa? Sekalipun anda tidak bisa melihat wajahNya, dapatkah anda mengenali suaraNya jika anda menghampiri tahtaNya? Sebagai orang Kristen tentu kita sudah banyak membaca tulisan dan doktrin yang berhubungan dengan Tuhan: tentang sifatNya, kasihNya, KuasaNya dan sebagainya. Begitu pula kita sudah banyak membaca ayat-ayat Alkitab dan mendengar firmanNya melalui apa yang dikhotbahkan di gereja. Mungkin kita sudah tahu siapakah Dia sejak lama, tetapi belum tentu kita tahu apa yang dikehendakiNya dalam hidup kita dan dalam lingkungan dimana kita berada. Tuhan yang kita ketahui, mungkin saja bukan Tuhan yang kita kenal, karena Ia adalah Tuhan yang nun jauh di sana.

Dalam ayat di atas, Paulus  mengungkapkan kepada jemaat di Kolose bahwa ia  dan Timotius tidak  berhenti-henti berdoa untuk mereka.  Untuk apa? Paulus dan Timotius meminta kepada Tuhan agar jemaat di Kolose menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna. Paulus agaknya tahu bahwa sekalipun jemaat di Kolose sudah memiliki pengetahuan tentang Tuhan, itu belum cukup untuk membuat mereka benar-benar kenal dengan Tuhan. Mereka yang benar-benar kenal dengan Tuhan akan mempunyai segala hikmat kebijaksanaan dan pengertian akan Tuhan dengan sifatNya. Dengan demikian, mereka yang benar-benar kenal dengan Tuhan akan menyadari kehendakNya, sehingga mereka tidak akan hidup sembarangan, tetapi akan menjalani hidup yang layak di hadapanNya.

Lebih lanjut, Paulus berdoa agar jemaat Kolose bisa  menghasilkan buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah. Memang bukan hanya pada waktu itu saja  ada orang-orang yang merasa kenal akan Tuhan tetapi sebenarnya hanya tahu tentang Dia. Di zaman ini ada orang-orang yang rajin membaca firmanNya atau  aktif di gereja; tetapi mereka tidak bertumbuh dalam pengenalan yang benar akan Tuhan, dan tidak berusaha untuk hidup baik di antara sesama manusia guna memuliakan Dia.

Mereka yang hanya tahu adanya Tuhan seringkali tidak menyadari bahwa Tuhan selalu menyertai mereka yang mau hidup sesuai dengan kehendakNya. Karena mereka tidak benar-benar kenal akan Tuhan, mereka  sering tidak sadar bahwa Ia mengasihi mereka dalam keadaan apapun. Karena itu, Paulus juga mendoakan jemaat Kolose agar mereka dikuatkan oleh kuasa kemuliaan Tuhan untuk bisa menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, dan  bisa selalu mengucap syukur dengan sukacita kepada Dia.

Pagi ini, ada sebuah pertanyaan penting bagi kita:  apakah kita benar-benar kenal kepada Tuhan. Jika kita menyadari betapa besarnya kasih Allah yang sudah mengurbankan AnakNya, Yesus Kristus, untuk ganti kita, kita dengan yakin boleh percaya bahwa Tuhan mengenal kita sebagai anak-anakNya. Dengan demikian kita mengenal Dia sebagai Bapa yang sudah melayakkan kita untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan surga.  Karena itu jugalah kita tidak perlu merasa ragu akan kasihNya yang akan membimbing kita selama hidup di dunia. Tuhan yang kita kenal adalah Tuhan yang mahakuasa, mahabijaksana dan mahakasih. Kepada Dia kita bisa menggantungkan hari depan kita sepenuhnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s