Mengapa berbalik arah?

“Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?” Galatia 4: 9

Ada istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan orang yang kembali ke keadaan yang pernah ditinggalkannya. Mungkin sebelumnya orang itu berkata bahwa ia tidak mau lagi melakukan sesuatu perbuatan karena satu dan lain sebab. Tetapi setelah beberapa waktu, orang itu kembali melakukan hal itu dengan berbagai alasan. Orang itu agaknya seperti kucing yang sudah meninggalkan tempat kediamannya, hanya untuk kemudian berbalik arah dan kembali ke tempat semula. Tindakan yang sedemikian dikatakan sebagai “balik kucing”.

Istilah balik kucing mungkin bunyinya aneh dan lucu untuk orang yang tidak mengenal sifat kucing yang memiliki kemampuan untuk pergi ke tempat jauh dan kembali ke tempat asalnya. Dalam bahasa formal baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris, istilah yang semakna mungkin tidak ada dan karena itu istilah “berbalik lagi” atau “turning back” dipakai sebagai gantinya.

Ayat di atas menampilkan peringatan rasul Paulus kepada jemaat di Galatia agar mereka tidak balik kucing. Paulus mengingatkan mereka yang sudah mengenal Allah yang mahakuasa dan mahakaya agar jangan berbalik lagi kepada hal-hal keduniawian yang tidak ada artinya di hadapan Tuhan dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya. Ini bukannya jarang, tetapi justru sering terjadi dalam masyarakat modern, dimana orang Kristen bisa tergoda oleh apa yang nampaknya nyaman, nikmat, dan gemerlapan di sekelilingnya. Mereka yang dulunya rajin ke gereja misalnya, lambat laun lebih ingin untuk menggunakan waktunya untuk hal-hal yang lain.

Keinginan untuk sukses juga bisa membuat orang Kristen berbalik arah. Dalam hal ini patut disayangkan adanya orang-orang Kristen yang mengajarkan bahwa setelah memperoleh jaminan keselamatan surgawi dari Yesus orang beriman harus yakin untuk bisa hidup dalam berkelimpahan di dunia. Ini sudah tentu tidak sesuai dengan firman Tuhan.

Berulang kali dalam Alkitab, Paulus mengingatkan jemaatnya bahwa menjadi pengikut Kristus bukanlah mudah. Seperti Paulus, mereka harus bisa menghadapi tantangan hidup dengan iman dan merasa cukup dalam semua keadaan. Tetapi, sekalipun hidup terasa berat orang yang benar-benar beriman tidak mudah untuk balik kucing. Mereka yang sudah berjanji untuk mengikut Kristus dan hidup dalam kebenaran, tidak akan mudah tergoda atas apa yang ditawarkan dunia, karena mereka tahu apa yang tersedia di surga tidaklah ada bandingnya.

Pagi ini, firman Tuhan memperingatkan kita bahwa jika Tuhan sudah mengenal kita, adalah kewajiban bagi kita untuk menyambut kasihNya dengan kesetiaan untuk menurut Dia, kemana pun dan apa pun yang dikehendakiNya. Itu berarti bahwa kita tidak lagi menuruti keinginan duniawi kita yang seringkali bertentangan arah dengan tujuan iman kita. Semoga kita tidak pernah tertarik untuk berbalik arah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s