Tanda orang percaya adalah adanya kasih

“Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.” 1 Yohanes 3: 14

Di dunia ini ada berbagai macam aliran kepercayaan dan agama. Sudah tentu, bagi mereka yang baru mulai mempelajari kerohanian, adanya berbagai agama bisa menimbulkan kebingungan. Manakah agama yang benar? Ataukah semua agama pada hakikatnya baik?

Ravi Zacharias, seorang penginjil terkenal pernah dalam sebuah siaran radionya menyebutkan 4 unsur utama yang seharusnya dipertimbangan mereka yang ingin mempelajari agama:

    Asal: dari mana datangnya manusia,
    Arti: apa arti hidup manusia,
    Akhlak: apa yang diajarkan agama mengenai moral manusia, dan
    Akhir: bagaimana hidup manusia akan berakhir.

Agama Kristen adalah satu-satunya kepercayaan yang secara konsisten bisa menghubungkan keempat unsur di atas secara harmonis karena adanya kepercayaan akan Tuhan yang mahakasih.

Karena kasihNya, Tuhan sudah menciptakan manusia agar mereka dapat hidup berbahagia dalam hubungan yang baik dengan Sang Pencipta. Karena kasihNya juga, Tuhan membimbing manusia agar mereka tetap bersandar dalam iman yang benar sampai saat dimana mereka menemui Sang Pencipta di surga.

Allah yang mahakasih dengan demikian menciptakan manusia bukan secara sembarangan, tetapi sebagai peta dan teladan atau gambarNya, dan memberi mereka kedudukan sebagai wakilNya di dunia. Sayang sekali, bahwa dengan jatuhnya manusia ke dalam dosa, manusia kemudian kehilangan kemuliaan dan kedudukan yang dikaruniakan Tuhan. Manusia yang sudah jatuh dalam dosa pastilah akan menuju ke neraka, jika Allah tidak mengambil inisiatif untuk menyelamatkan mereka yang bertobat.

Manusia baru adalah mereka yang sudah dipindahkan Tuhan dari kematian dan alam maut, ke dalam hidup baru yang kekal dalam kasih Tuhan. Dengan demikian, mereka yang sudah diselamatkan akan dapat memancarkan kasih Tuhan yang sudah mereka terima kepada orang lain.

Mereka yang belum bisa mengasihi sesamanya adalah orang-orang yang belum menerima kasih Tuhan yang menyelamatkan. Memang tidaklah mungkin bagi mereka yang sudah merasakan besarnya kasih Tuhan untuk tetap hidup untuk kepentingan serta kenyamanan diri sendiri saja. Mereka yang sudah hidup dengan rasa syukur atas keselamatan yang diterimanya pasti akan melimpah dalam kasih mereka kepada sesamanya.

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” 1 Korintus 13: 4 – 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s