Hal mata duitan

“Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya.” Pengkhotbah 5: 10

Masih teringat saya akan pelajaran bahasa Inggris yang saya ikuti pada saat saya belajar di universitas. Pada pagi itu saya sedang duduk diruang kuliah bersama  teman-teman sekelas. Kemudian beberapa murid diminta pak dosen untuk membuat sebuah kalimat dengan memakai kata-kata tertentu. Kebetulan saya ditunjuk untuk membuat kalimat yang dimulai dengan “There is nothing .., but …” atau “Tidak ada hal yang…, kecuali …”. Entah saya mendapat ilham dari mana, tetapi langsung saya menulis di papan tulis “There is nothing that can make me happy, but money” yang artinya “Tidak ada yang bisa membuat saya bahagia, kecuali uang”. Pak dosen pada waktu itu dengan tersenyum langsung memanggil saya “money lover” alias “pecinta uang”.

Jika saya teringat akan kejadian itu, mau tidak mau saya merasa geli. Itu karena saya hanya berpura-pura menjadi pecinta uang. Tetapi, jika saya memang seorang mata duitan, mungkin saya bisa merasa dipermalukan. Ataukah justru sebaliknya, saya akan merasa bangga?

Pada zaman ini kelihatannya orang yang mampu mengumpulkan uang banyak biasanya sangat bangga dengan kemampuannya. Mereka yang cinta uang seringkali dengan tidak ragu-ragu mendemonstrasikan apa yang dipunyainya. Barangkali rumah besar, mobil mewah dan pakaian yang buatan luar negeri sudah tidak perlu dibanggakan lagi karena sudah biasa dipakai mereka yang kaya. Bagaimana pula dengan moge dan sepeda mewah? Itupun terasa biasa bagi mereka yang bisa membeli tanpa mengedipkan mata. Lalu apa lagi yang masih bisa dibeli atau dipamerkan?

Ayat diatas menyebutkan bahwa orang yang mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Itu benar. Kepuasan yang didapat melalui harta selalu tidak akan bertahan lama. Mereka yang mencintai uang selalu mencari apa yang lebih memikat dari apa yang sudah dimilikinya. Karena itu, mereka berusaha mencari apa yang lebih besar, apa yang lebih hebat dan apa yang tidak dipunyai orang lain, sekalipun itu mungkin harus melalui jalan yang salah.

Cinta uang memang sering mendorong orang untuk melakukan kejahatan. Mungkin mereka melakukannya tanpa menyadari apa yang bisa menjadi akibatnya. Hanya ketika berbagai masalah timbul karena keserakahannya, orang mungkin akan menyadari bahwa apa yang jahat di mata Tuhan akhirnya akan membawa berbagai duka.

“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” 1 Timotius 6: 10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s