Tuhan adalah mahakasih

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Roma 8: 38

Tahun 2019 hampir berakhir dan tahun 2020 tidak lama lagi akan datang. Hari-hari mendatang adalah hari-hari terakhir yang bisa dipakai orang untuk mencapai target atau harapan yang pernah ditetapkannya pada awal tahun 2019. Pada pihak yang lain, hari-hari yang tersisa dari tahun ini, bagi sebagian orang, adalah hari-hari yang bisa dinikmati sesudah menyelesaikan kewajiban yang ada. Hari-hari yang bisa dipakai untuk berlibur atau beristirahat sebelum memasuki tahun baru dan menjalankan tugas-tugas baru. Semua itu adalah baik, karena sejak penciptaan manusia diberi pengertian akan pentingnya bekerja dan beristirahat.

Awal minggu ini, sebuah kapal pesiar berpenumpang sekitar 6000 orang mengunjungi sebuah tempat di Selandia Baru.  Saat dimana sebuah kapal berhenti dan penumpangnya bisa mendarat adalah saat gembira. Sekitar 50 penumpang kemudian mengikuti sebuah tour lokal untuk melihat sebuah kawah gunung berapi. Diantara mereka ada yang pergi bersama keluarga dan ada juga yang bersama teman-teman seusia. Malang tak dapat ditolak, gunung berapi yang dulunya tidur, tiba-tiba meletus tanpa tanda-tanda peringatan. Sebagai akibatnya, banyak orang yang luka berat dan beberapa orang sudah dinyatakan tewas akibat semburan pasir dan uap panas. Hal yang sangat menyedihkan, terutama karena itu terjadi menjelang hari Natal.

Bagi banyak orang, suasana gembira yang tiba-tiba menjadi suasana duka membawa pertanyaan mengapa semua itu harus terjadi. Apakah salah mereka sehingga menemui kemalangan yang begitu besar? Mengapa Tuhan membiarkan malapetaka semacam itu terjadi? Apakah Tuhan yang menyebabkan semua itu? Bagi mereka yang tidak atau kurang mengenal sifat hakiki Tuhan yang tidak hanya mahakuasa, tetapi juga mahakasih, sudah tentu ini bisa menjadi suatu pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Sebagai Tuhan yang mahakuasa, Ia berhak melakukan atau tidak melakukan apa saja, sesuai dengan kehendakNya. Tetapi, jika Ia adalah Tuhan yang mahakasih, Ia tentunya bukan penyebab malapetaka.

Dalam Alkitab, kita bisa membaca bahwa Tuhan yang mahakuasa sudah tentu bisa menghindarkan manusia dari bencana. Itu dilakukanNya pada bani Israel ketika mereka dikejar tentara Firaun dan terpojok di pinggir laut. Lebih dari itu, Tuhan juga pernah melindungi orang lain dari berbagai bencana, sekalipun mereka bukan orang Israel atau umatNya. Yesus dan murid-muridNya juga menyembuhkan banyak orang yang sakit tanpa memikirkan apakah mereka pantas untuk ditolong. Dengan demikian, jika kita melihat adanya bencana, pertama-tama kita harus ingat bahwa Tuhan yang mahakuasa, mahakasih dan mahabijaksana tentunya bukan Tuhan yang kejam.

Ayat diatas menyatakan bahwa dalam keadaan apa pun, apa yang harus kita pegang sebagai prinsip utama adalah bahwa Tuhan itu kasih. Dengan mengingat kasihNya, kita akan dapat menghadapi segala tantangan kehidupan dengan keberanian. Dengan mengingat kasihNya, kita juga percaya bahwa Tuhan mengasihi seisi dunia dan bukan hanya umatNya.  Kasih Tuhan sebenarnya sudah diperlihatkanNya ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam bencana besar akibat dosa. Adam dan Hawa diusir dari taman Firdaus dan hidup manusia sejak saat itu menjadi hidup yang penuh bahaya dan tantangan.  Walaupun demikian, Tuhan menjanjikan datangnya seorang Juruselamat yang akan menyelamatkan keturunan mereka. Janji Tuhan ini sudah ditepati dengan kedatangan Yesus ke dunia di hari Natal.

Pagi ini, jika hati anda gundah karena apa yang terjadi di sekitar anda, janganlah hati anda menjadi kecil. Tuhan bukanlah oknum Ilahi yang karena kemahasucian dan kemahakuasaanNya bertindak dengan semena-mena. Sebaliknya, Tuhan menghendaki setiap orang agar mau menyerahkan hidup dan masa depan mereka kepada Tuhan yang mempunyai rencana yang baik untuk seluruh umat manusia, yaitu untuk memberikan keselamatan yang kekal kepada mereka yang mau menerima kasihNya yang dinyatakan dalam diri AnakNya, Yesus Kristus.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s