Gunakan kebebasanmu untuk memuliakan Tuhan

Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Roma 6: 1

Dengan datangnya minggu kedua bulan Desember, acara “schoolies” di Gold Coast berakhir. Acara schoolies adalah acara pesta gembira mereka yang baru lulus SMA (school leavers) di Australia. Karena perbedaan tanggal lulus, mereka yang tinggal di Queensland merayakannya di akhir bulan November, seminggu sebelum mereka yang bersekolah di negara bagian New South Wales dan Victoria. Para lulusan SMA ini biasanya pergi ke pantai dan tinggal di hotel untuk beberapa hari bersama teman-teman sekelas. Mereka yang merasa sudah dewasa ini seringkali mengadakan pesta gila-gilaan yang menyangkut penggunaan miras dan narkoba selain hubungan yang tidak senonoh.

Bagi orang tua dan orang yang tinggal disekitar tempat pesta, acara schoolies tentunya menimbulkan kekuatiran dan membawa perasaan sebal. Bukan saja tindakan anak-anak muda itu yang sering di luar batas, tetapi lingkungan setempat juga ikut tercemar dengan kebisingan, kemacetan, dan banyaknya sampah yang bertebaran, serta kerusakan bangunan atau fasilitas. Oleh karena itu, sejak beberapa tahun terakhir ini pemerintah dan polisi mulai mengadakan pendekatan dan bimbingan agar mereka tidak melakukan hal-hal yang tercela. Sekalipun mereka jauh dari pengawasan orang tua, para pekerja sosial dan polisi secara aktif ikut menenangkan suasana.

Memang kebebasan tanpa batas seringkali mendatangkan kekacauan. Ini bukan saja terjadi pada anak muda, tetapi juga dikalangan orang dewasa. Jika manusia hanya mementingkan kegembiraan dan kepuasan pribadi, pada akhirnya mereka akan melakukan hal-hal yang tidak baik. Hal yang serupa bisa juga terjadi di kalangan orang Kristen yang merasa bahwa dengan pengampunan  yang mereka terima melalui Yesus Kristus, mereka dibebaskan dari pemikiran atau kekuatiran tentang dosa. Dengan kesadaran bahwa Tuhan adalah Oknum yang mahakasih, mereka mudah jatuh dalam perbuatan yang tercela. Bukankah Tuhan yang mahakasih akan selalu dapat mengampuni dosa mereka? Bukankah kasih Tuhan yang tidak dapat dibayangkan dalamnya bisa mengampuni dosa yang sekelam apapun?

Jika kasih Tuhan yang tidak terbatas menghapus kekuatiran manusia untuk melanggar hukum Tuhan, itu adalah sesuatu yang aneh. Mengapa? Jika manusia sadar bahwa Tuhan mengasihi mereka, itu bukanlah surat izin untuk melakukan apa saja yang dikehendaki mereka. Tuhan yang lebih dulu mengasihi kita, ingin agar kita juga mengasihi Dia dan sesama kita. Dalam kenyataannya, jika kita benar-benar pengikutNya tentunya kita akan berusaha untuk menempuh hidup yang baik dan menjalankan perintahNya. Kemerdekaan dari dosa yang sudah diberikan Tuhan, bukan berarti kesempatan untuk membuat dosa baru. Sebaliknya, pengampunan yang sudah kita terima dari Tuhan seharusnya membuat kita sadar bahwa hidup kita makin lama harus makin baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan Tuhan,

Tuhan memberikan kemerdekaan kepada umat manusia untuk memilih apa yang baik. Tetapi, sayang sekali bahwa Adam dan Hawa gagal untuk menggunakan kebebasannya. Sebaliknya, karena pelanggaran mereka, seluruh umat manusia sudah jatuh ke dalam dosa dan karena itu makin sulit bagi mereka untuk memilih apa yang baik. Manusia sudah rusak sedemikian rupa sehingga sekalipun nampaknya merdeka, sudah jatuh dalam kungkungan dosa. Ini bukan berarti bahwa manusia sudah rusak sama sekali sehingga ia sama sekali tidak dapat membedakan yang baik dari apa yang jahat. Tetapi, tanpa bimbingan dan pengarahan Tuhan pastilah manusia akan mengalami kesulitan dan tidak akan mempunyai harapan untuk keselamatan.

Ayat di atas menegaskan bahwa sebagai orang yang sudah diberi pencerahan oleh Roh Kudus, dan oleh karena karuniaNya kita sudah menerima pengampunan, pengertian kita akan kebebasan seharusnya diperbaharui hari demi hari. Sekali pun kita melihat bahwa ada banyak hal yang menarik yang dapat kita pilih, hidup yang sudah disucikan oleh darah Kristus akan memilih untuk meninggalkan dosa lama dan menjalani hidup sesuai dengan firmanNya. Karena kasih karunia Tuhan, kita akan makin sadar bahwa dalam hidup baru yang kita terima kita harus bisa memakai kebebasan kita untuk memilih Dia di atas segala yang terlihat memikat di depan mata.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s