Apakah yang kau cari?

“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” Kolose 3: 1 – 2

Beberapa hari sebelum tahun baru, seorang teman bertanya bagaimana kesan saya tentang tahun 2019 yang akan dilewati; apakah saya sudah merasa sukses? Pertanyaan ini tidak mudah untuk dijawab setidaknya karena tiga hal. Pertama, kesuksesan pada umumnya berlainan untuk semua orang. Sebuah kesuksesan bagi seseorang, mungkin bukan apa-apa bagi orang lain. Kedua, sekalipun untuk hal yang sama, ukuran kesuksesan adalah berbeda bagi tiap orang. Karena itu, ada orang yang kelihatannya sukses tetapi tetap tidak merasa bahagia. Ketiga, semua kesuksesan di dunia adalah tidak permanen. Apa yang ada sekarang, tidak akan terus ada untuk selamanya. Apa yang dipunyai bisa hilang, dan pemiliknya juga akan mengalami nasib yang serupa.

Apakah kesuksesan yang anda idamkan pada tahun yang baru ini? Kesuksesan yang benar seharusnya adalah sesuatu yang hebat dalam pandangan semua insan, sesuatu yang membawa kebahagiaan sejati dan sesuatu yang abadi. Kesuksesan jelas tidak mudah diperoleh dan bahkan tidak dapat diperoleh seseorang dengan cara apa pun. Jika seseorang merasa berbahagia karena memperoleh suatu “kesuksesan” tetapi tidak pasti akan apa yang terjadi di masa depan, itu bukanlah kesuksesan tapi kegagalan. Lebih dari itu, semua usaha untuk mencapainya adalah sia-sia.

Menurut Alkitab, semua orang bukanlah orang yang sukses. Sebaliknya manusia yang diciptakan Tuhan sudah gagal untuk taat kepada Sang Pencipta. Manusia sudah jatuh ke dalam dosa dan hanya kematian yang menunggunya. Orang mungkin bisa mendapatkan seisi dunia, tetapi pada akhirnya ia akan binasa

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” Lukas 9: 25

Beruntunglah orang yang sudah menerima keselamatan dari Yesus, yang sudah datang ke dunia untuk menebus dosanya. Misi penyelamatan Yesus adalah kesuksesan Ilahi yang kekal, dan karena itu siapa pun yang mau bertobat dan percaya kepadaNya pasti menerima keselamatan. Tetapi, kesuksesan Yesus bukanlah sesuatu yang bisa dimengerti semua orang.

Bagi sebagian orang, kesuksesan Yesus adalah untuk hidup di masa depan: di surga, bukan di dunia. Untuk hidup di dunia, mereka tetap memakai ukuran kesuksesan manusia seperti harta, ketenaran, posisi dan pengaruh. Bahkan itu seringkali menjadi tema yang didengung-dengungkan sebagian pendeta dan aliran gereja.

Memasuki tahun 2020, firman Tuhan berkata bahwa jika kita sudah dibangkitkan bersama dengan Kristus, kesuksesan Yesus adalah kesuksesan kita. Seperti Yesus, ukuran kesuksesan kita bukanlah apa yang menyenangkan di mata manusia, tetapi apa yang berkenan kepada Allah. Kesuksesan Ilahi bukanlah apa yang bersifat jasmani, yang berbeda-beda dan yang tidak membawa kebahagiaan yang kekal. Karena itu, sebagai orang yang sudah ditebus, kita harus mencari perkara yang di atas, yang berkenan bagi Tuhan. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi, dan itu pasti akan membawa kebahagiaan yang penuh dan abadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s