Habis gelap terbitlah terang

“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.” Efesus 5: 8 – 10

Habis Gelap Terbitlah Terang adalah buku kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini yang dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis Tot Licht. Buku aslinya diterbitkan pada 1911 dan pada tahun 1922 disajikan dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran. Buku ini diterbitkan oleh Balai Pustaka dan Armijn Pane, salah seorang sastrawan pelopor Pujangga Baru, tercatat sebagai salah seorang penerjemahnya.

Agaknya judul buku Kartini mirip dengan bunyi ayat pembukaan yang ditulis oleh Rasul Paulus kepasa jemaat di Efesus: Dulu kita adalah kegelapan, tetapi sekarang kita adalah terang di dalam Tuhan. Tetapi apa artinya?

Sebelum kita mengenal Tuhan, atau lebih tepatnya sebelum kita dikenal Tuhan, kita hidup menurut apa yang kita pandang baik. Dalam hidup ini memang banyak hal yang dipandang baik dan bisa diterima oleh masyarakat di sekeliling kita. Tetapi apa yang dianggap baik, adil dan benar oleh manusia selalu berubah sesuai dengan situasi dan kondisi. Hanya apa yang dikehendaki Tuhan tidak pernah berubah karena Tuhan selalu sama: dulu, sekarang dan selamanya.

Mungkin kita sudah membaca banyak buku, belajar dari orang-orang yang terkenal atau sering merenungi makna kehidupan kita, tetapi apa yang kita lakukan hanyalah menurut pendapat dan ajaran manusia. Dan jika kita melakukan yang terlihat baik, itu hanya menurut standar manusia. Dengan demikian, sepandai-pandainya kita, atau sesaleh-salehnya kita, kita tidak dapat menyadari apa yang dikehendaki Tuhan. Kita berada dalam kegelapan, tetapi sering membimbing orang lain ke arah kegelapan.

Tuhan yang mahabijaksana dan mahakasih tahu akan kelemahan manusia dan sudah mengambil inisiatif untuk memperkenalkan diriNya dalam wujud manusia Yesus. Dari Dialah kita belajar mengenal Allah Bapa dan menjadi terang di dalam Dia.

“Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Yohanes 14: 7

Bapa yang sudah mengenal kita menulis dalam hati kita apa yang patut kita lakukan dan melalui RohNya kita mengerti apa yang menjadi kehendakNya.

“…. Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka” Ibrani 10: 16

Pagi ini, sebagai orang Kristen kita seharusnya hidup dalam terang dan berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran, sesuai dengan apa yang berkenan kepada Tuhan dan bukan apa yang dikehendaki manusia. Untuk itu, kita harus menguji segala apa yang kita lihat, katakan dan lakukan untuk memastikan apakah semua itu berguna untuk kemuliaanNya. Jika kita hidup sedemikian, kita juga menjadi terang bagi sesama kita.

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5: 16

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s