Kaya tapi miskin, miskin tapi kaya

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Matius 5: 3

Ucapan bahagia atau the Beatitudes adalah ucapan berkat yang disampaikan Yesus sewaktu Ia masih di dunia. Tempat dimana Yesus menyampaikan ucapan ini diduga adalah sebuah bukit dekat kota Tabgha dan Kapernaum di Israel. Pada kunjungan saya ke Israel baru-baru ini, saya sempat melihat gereja Katolik yang didirikan disana untuk memperingati hal itu.

Apa yang disebutkan Yesus dan dikenal umat Kristen sebagai ucapan-ucapan bahagia adalah pernyataan Yesus mengenai apa yang baik bagi manusia untuk dipakai sebagai pedoman hidup (Matius 5: 1 – 12). Meskipun ada yang mengatakan bahwa jumlahnya ada 8, 9 atau 10, secara tradisional ada 8 ucapan bahagia karena ayat 11 dan 12 memakai kata “kamu” dan bukan “orang”.

Ucapan bahagia seringkali dipakai untuk bahan renungan atau khotbah, tetapi pada umumnya umat Kristen kurang bisa memahami artinya. Itu karena apa yang dikatakan Yesus adalah berlawanan dengan apa yang bisa diterima akal manusia. Ayat di atas misalnya, mempunyai 2 hal yang sulit dimengerti: yaitu “miskin di hadapan Allah” dan “empunya kerajaan surga”. Miskin tapi kaya?

Hal miskin di hadapan Allah adalah sesuatu yang tidak mudah dijelaskan. Sudah tentu ini bukan mengenai kemiskinan jasmani. Yesus tidak mengatakan bahwa mereka yang ingin dekat dengan Allah harus menjadi orang yang tidak berharta. Bagi Tuhan, orang berharta dan orang miskin tidak ada bedanya: mereka adalah orang berdosa yang sama-sama membutuhkan Dia. Walaupun demikian, mereka yang mengejar dan mencintai harta bisa menemui kesulitan untuk menjadi muridNya.

Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Markus 10: 21

Pada pihak yang lain, Yesus menyatakan bahwa mereka yang tidak kaya justru bisa mempunyai hubungan yang erat dengan Tuhan. Ketika Yesus melihat janda miskin yang mempersembahkan seluruh nafkanya, Ia bisa melihat bahwa hati janda ini dipenuhi dengan rasa syukur kepada Tuhan yang sudah membimbingnya. Sebagai manusia, janda ini adalah orang yang miskin di hadapan Allah, yang selalu bergantung kepada Tuhan.

Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” Markus 12: 43 – 44

Kemiskinan jasmani di dunia adalah konsekuensi dosa, tetapi itu tidak harus berarti kemiskinan rohani. Sebaliknya, mereka yang hidupnya terlihat kaya dan nyaman tetapi tidak merasakan kebutuhan spiritualnya adalah orang-orang yang jauh dari Tuhan dan miskin secara rohani. Kaya tapi miskin.

Baik kekayaan maupun kemiskinan jasmani bukanlah hal yang bisa memadamkan kasih dan kemuliaan Tuhan jika orang selalu sadar akan ketergantungannya kepada Tuhan. Kemiskinan di hadapan Allah (poor in spirit) dengan demikian menyatakan adanya penyerahan hidup secara total kepada Tuhan. Mereka yang miskin di hadapan Allah adalah orang kaya rohani karena dekat denganNya (yang empunya kerajaan surga). Mereka akan menjadi orang yang berbahagia.

Tuhan tidak selalu menghendaki atau menjanjikan umatNya kekayaan jasmani, tetapi Ia akan memberikan kekayaan rohani jika orang selalu merasa membutuhkan Tuhan atau merasa miskin di hadapanNya.

Let the weak say I am strong

Let the poor say I am rich

Let the blind say I can see

It’s what the Lord has done in me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s