Dimanakah hatimu?

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Matius 6: 19 – 21

Hari ini adalah hari tahun baru Imlek yang dirayakan di negara-negara yang mempunyai banyak penduduk yang masih memakai budaya Cina. Di Australia, hari ini bukanlah hari libur atau hari besar yang dirayakan umum, tetapi adalah hari yang biasanya dirayakan di Chinatown dan dalam masyarakat keturunan Cina saja.

Untuk menyambut Chinese New Year ini, sejak beberapa hari yang lalu berbagai ucapan selamat tahun baru dengan gambar tikus dan kata Gong Xi Fat Cai mulai bermunculan di media sosial seperti Facebook dan Whatsapp. Kata Gong Xi Fat Cai yang mungkin bisa diartikan “mendoakan tahun baru yang penuh rezeki” memang adalah salah satu ucapan tahun baru Imlek yang banyak dipakai orang. Mereka yang berkecimpung dalam dunia bisnis tentunya menyukai ucapan selamat seperti ini, tetapi masyarakat umum sering juga mengucapkan “semoga sukses selalu” sebagai ucapan alternatif. Kemakmuran, rezeki dan kesuksesan memang diharapkan banyak orang ketika memasuki tahun yang baru. Tetapi bagi orang Kristen, ini bukanlah hal yang terpenting.

Membaca kisah perjalanan umat Israel pada zaman perjanjian lama, kita tahu bahwa Tuhan berkali-kali mengingatkan mereka melalui berbagai kejadian dan nabi-nabi bahwa apa yang terpenting dalam hidup adalah kepercayaan kepada Tuhan yang mahakuasa, yang sudah membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dengan demikian, ucapan selamat tahun baru Imlek yang lebih cocok untuk umat Kristen mungkin adalah “Xin Nian Kuai Le” dan “Xin Nian Meng En” yang berarti “Semoga berbahagia di tahun yang baru” dan “Semoga Tuhan mengaruniai berkatNya di tahun baru” Memang untuk orang Kristen, sukacita dalam Tuhan adalah jauh lebih penting daripada kemakmuran dan kesuksesan. Tuhan kita yang mahabesar dan mahakasih tahu apa yang terbaik untuk umatNya, dan itu bukan harta atau nama yang fana.

Ayat di atas mengingatkan bahwa mereka yang mengejar harta dan kesuksesan duniawi adalah orang yang mencari hal yang tidak kekal dan yang tidak akan dapat memberikan kebahagiaan abadi. Mereka yang hidupnya berpusat pada harta, kemakmuran dan kesuksesan menaruh hati dan hidupnya dalam kebahagiaan yang semu dan lupa bahwa kedekatan dengan Tuhan adalah harta rohani yang tidak bisa hilang dalam keadaan apapun. Tuhan yang mahakuasa adalah sumber kebahagiaan kita, dan kepadaNya saja kita harus memusatkan hati kita selama hidup di dunia. Selamat Tahun Baru Imlek (untuk yang merayakan), semoga Tuhan memberkati hidup anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s