Jangan mengabaikan Tuhan

“Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga.” Matius 10: 32 – 33

Pernahkah anda menyangkali sesuatu atau seseorang? Pertanyaan ini mungkin tidak perlu cepat dijawab dengan “ya” atau “tidak”. Menyangkali yang bagaimana? Kata “menyangkali” memang mempunyai beberapa arti: mengingkari; tidak mengakui; tidak membenarkan; membantah; melawan; menentang; menyanggah; dan menolak.

Apa yang terjadi pada diri Petrus ketika Yesus sedang diadili tentunya sudah banyak dibahas. Ketika itu Petrus ditanya orang apakah ia adalah pemgikut Yesus. Tiga kali ia ditanya, tiga kali juga ia menyangkal. Dengan demikian, Petrus sudah meyangkali atau menolak Yesus. Jika tidak karena penyesalan Petrus dan pengampunan Yesus, tentunya Petrus tidak mempunyai harapan untuk masa depannya.

Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu.” Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya. Matius 26: 74 – 75

Bagi kita yang tidak pernah mengalami suasana mencekam seperti yang dialami Petrus, tentunya tidak dapat membayangkan bagaimana mudahnya Petrus untuk menyangkali Tuhannya. Pada pihak yang lain, kita tahu bahwa Petrus pada akhir hidupnya mengalami kematian yang mengerikan karena bertahan pada imannya.

Kita tentunya berharap agar dalam hidup kita ini tidak harus menghadapi tantangan hidup sebesar yang dialami Petrus, agar tidak pernah menyangkali Tuhan kita selama hidup di dunia. Selama kita tidak mengalami ancaman besar, mungkin kita yakin bahwa kita akan bertahan dengan iman kita. Apalagi jika kita merasa hidup kita selalu aman dan nyaman, hal menyangkali Tuhan tentunya tidak pernah terpikirkan. Tuhan tentunya senang dengan cara hidup kita, begitu kita mungkin berpikir.

Benarkah kita tidak pernah menyangkali Tuhan? Menyangkali Tuhan tidak harus diartikan sebagai menolakNya seperti apa yang dilakukan Petrus. Kita bisa saja mengaku umatNya, tetapi tidak selalu hidup menurut perintahNya. Kita mungkin sudah lama menjadi orang Kristen, tetapi sering lupa akan janji kesetiaan yang kita ucapkan dulu. Mungkin juga, karena pengaruh orang lain, hidup kita tidak lagi berjalan menurut perintah Tuhan. Menyangkali Tuhan tidak harus dengan perkataan atau perbuatan, tetapi bisa juga terjadi jika kita sering mengabaikan atau melupakan Dia.

Mereka yang hidupnya selalu menurut firmanNya akan mengalami perubahan hidup sehingga makin lama makin bisa hidup seperti apa yang dikehendaki Bapa (Matius 5: 48). Sebaliknya, jika tahun demi tahun berlalu dan hidup kita tidak banyak mengalami perubahan dalam tingkah laku, cara hidup, kebiasaan dan etika kita, mungkin kita sudah melupakan Tuhan dan tidak lagi mengakui Dia sebagai Raja. Seperti apa yang terjadi pada Petrus, Tuhan yang mahakasih masih memberi kita kesempatan melalui bimbingan RohNya untuk insaf akan kekeliruan kita dan mau mengubah hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s