Mengapa masih meragukan kuasa Tuhan?

Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Matius 14: 28

Kisah Yesus berjalan di atas ombak danau Tiberias agaknya sering dibahas. Kejadian itu ditampilkan dalam Matius 14: 22 -33, Markus 6: 45 – 52 dan Yohanes 6: 16 – 21, tetapi hanya Matius yang menyebut Petrus yang hampir tenggelam. Kebanyakan orang mengupas kejadian itu dari sudut kelemahan iman Petrus ketika mencoba berjalan di atas air seperti Yesus.

Mungkin sebagian orang merasa bahwa Petrus agaknya cukup bodoh untuk melangkahkan kaki keluar dari perahunya. Bagaimana mungkin seorang manusia bisa berjalan di atas air? Hanya Allah yang bisa, karena Ia mahakuasa. Ayub 9: 4 – 8 menyebutkan bahwa Allah itu bijak dan kuat, yang bisa memindahkan gunung-gunung dengan tidak diketahui orang, yang membongkar- bangkirkannya dalam murka-Nya; yang menggeserkan bumi dari tempatnya, sehingga tiangnya bergoyang-goyang; yang memberi perintah kepada matahari sehingga tidak terbit, yang mengurung bintang-bintang sehingga tidak berpindah; yang seorang diri membentangkan langit, dan yang melangkah di atas gelombang-gelombang laut.

Yesus yang sepenuhnya berupa manusia pada saat itu bisa melangkah di atas gelombang laut Galilea atau danau Tiberias, karena Ia bukan manusia biasa. Ia adalah Tuhan yang berkuasa atas alam semesta. Walaupun demikian, Petrus tidak yakin apakah sosok yang berjalan di atas gelombang air itu adalah Yesus! Bagaimana mungkin manusia yang makan, minum dan tidur seperti dia bisa melakukan hal itu? Karena itu ia berseru kepada Yesus: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepadaMu berjalan di atas air.”

Mengapa Yesus berjalan di atas air? Sesuai dengan Ayub 9: 4 – 8, Yesus bermaksud menyatakan diriNya kepada murid-muridNya yang mengalami bahaya bahwa Ia yang sepenuhnya manusia adalah juga sepenuhnya Tuhan, yang berkuasa atas apa pun, termasuk gelombang kehidupan manusia. Jika manusia tidak sanggup menyelesaikan masalah hidupnya, Tuhan bisa mengatasinya.

Apakah Yesus memang mengajak Petrus untuk berjalan di atas air untuk mengukur imannya? Barangkali tidak, karena Petrus adalah manusia. Yesus sebaliknya tahu bahwa Petrus ragu bahwa Ia adalah Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu. Sayang sekali Petrus bimbang bahwa Yesuslah yang berjalan di atas air! Karena itu, Yesus ingin mengajar Petrus bukan untuk berjalan di atas air sendirian, tetapi untuk percaya bahwa Oknum yang berada di tengah gelombang laut dan tidak tenggelam adalah Tuhan sendiri.

Hari ini, adakah masalah besar dan gelombang kehidupan yang anda hadapi? Tuhan mungkin tidak mengharapkan anda untuk menghadapinya sendirian. Tuhan yang tahu kelemahan anda mengharapkan anda untuk mengakui Dia sebagai Tuhan yang mahakuasa. Seperti Petrus, kita mungkin bimbang apakah Tuhan yang berada di dekat kita, akan mampu mengatasi topan kehidupan kita. Mungkin kita mencoba untuk berjalan di atas topan kehidupan kita dengan kaki kita sendiri. Tetapi, bukan itu yang diharapkan Tuhan. Tuhan mengharapkan semua umatNya untuk tidak bimbang atas kuasa dan kasihNya.

Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.” Matius 14: 31 – 33