Mintalah apa yang bisa memuliakan Tuhan

Berfirmanlah Allah kepada Salomo: “Oleh karena itu yang kauingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku yang atasnya Aku telah merajakan engkau, maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau.” 2 Tawarikh 1: 11 – 12

Sebuah film anak-anak yang baru-baru ini juga muncul sebagai drama musikal di Australia adalah “Aladdin”. Aladdin adalah film fantasi musikal Amerika Serikat produksi tahun 2019 yang disutradarai oleh Guy Ritchie, yang  merupakan adaptasi film animasi Disney dari tahun 1992 dengan judul sama. Film yang sukses besar ini dibuat berdasarkan cerita rakyat Aladdin, dari kumpulan cerita epik berjudul Seribu Satu Malam. Film ini mengisahkan perjalanan Aladdin, pemuda yatim piatu yang jatuh cinta dengan Putri Jasmine, dan berteman dengan jin pengabul permintaan bernama Genie. Genie yang sifatnya agak lucu ini membuat penonton ikut membayangkan betapa enaknya jika mereka dapat meminta apa saja yang diingini.

Jika Genie bukanlah makhluk yang benar-benar ada untuk bisa memberikan apa yang kita minta, bagaimana pula dengan Tuhan yang mahakuasa? Bagi mereka yang percaya, tentunya Tuhan ada dan mampu memberikan apa saja. Dalam hal ini, jika anda boleh meminta apa saja kepada Tuhan, apakah yang akan anda minta?

Pertanyaan yang sama mungkin muncul dalam pikiran Salomo ketika Tuhan berkata kepadanya: Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu” (2 Tawarikh 1: 7). Salomo bisa meminta apa saja, tetapi ia tidak meminta sesuatu yang hanya berguna untuk dirinya sendiri. Ia sadar bahwa Tuhan senang jika umatNya memakai hidup mereka untuk memuliakan Dia. Oleh karena itu, Salomo meminta kepada Tuhan agar memberikannya hikmat dan kebijaksanaan untuk bisa memimpin bangsa Israel, umat Tuhan. Apa yang diminta Salomo bukannya untuk membawa keuntungan atau kebaikan bagi dirinya, tetapi untuk kebesaran Tuhan.

Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi umatMu yang besar ini?” 2 Tawarikh 1: 10

Banyak orang yang berdoa kepada Tuhan guna memohon sesuatu yang baik bagi dirinya. Dalam kesusahan orang berdoa memohon kekuatan dan penghiburan, dalam kekurangan orang berdoa dan berharap akan kecukupan dan bahkan kelimpahan; dan dalam sakit, orang berdoa memohon kesembuhan. Memang inilah yang sering diajarkan di gereja, agar umat Kristen mau bersandar kepada Tuhan. Semua itu kelihatannya baik karena menunjukkan adanya iman kepada Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih. Walaupun demikian, doa semacam itu adalah doa untuk kepentingan diri sendiri saja. Orang Kristen sering lupa bahwa mereka harus melaksanakan apa yang diperintahkan Tuhan: untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.

Doa permohonan kita akan membuat Tuhan senang jika kita mempunyai tekad untuk mendahulukan kepentingan Tuhan dan sesama.  Seperti Salomo yang tidak meminta kekayaan dan kemasyhuran, tetapi meminta hikmat dan kebijaksanaan, kita harus mengerti apa yang bisa membawa kemuliaan kepada Tuhan dan kebaikan kepada sesama. Mungkin banyak orang yang menafsirkan bahwa permohonan Salomo adalah baik karena hikmat dan kebijaksanaan adalah lebih baik dari harta, umur panjang dan kemasyhuran. Tetapi ini sebenarnya kurang tepat karena Tuhan senang bahwa Salomo memikirkan kepentingan Tuhan dan sesama di atas kepentingan dirinya sendiri. Tuhan senang karena Salomo  meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umatNya. Tuhan senang karena Salomo ingin memelihara umat Israel agar nama Tuhan dibesarkan melalui kehidupan bangsa itu.

Pagi ini, adakah sesuatu yang benar-benar anda butuhkan? Percayakah bahwa Tuhan mampu memberikan apa saja kepada umatNya? Sebagai orang percaya kita tidak boleh ragu bahwa jika Tuhan menghendaki, apapun bisa terjadi. Walaupun demikian, menarik kesimpulan dari apa yang dialami Salomo kita harus sadar bahwa sebelum kita meminta sesuatu dari Tuhan, hendaknya kita memikirkan bagaimana kita bisa menggunakan apa yang akan kita minta untuk kemuliaan Tuhan, dan untuk mengasihi sesama kita. Kita tahu bahwa Tuhan tidak hanya memberikan apa yang diminta Salomo, tetapi juga  banyak hal yang lain karena Tuhan tahu bahwa Salomo akan menggunakannya untuk kemuliaanNya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s