Patutkah kita mengasihi orang yang jahat?

Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Lukas 6: 32

Sebuah lagu pop yang sangat populer sewaktu saya masih tinggal di Indonesia adalah “Mengapa tiada maaf” yang dinyanyikan oleh Broery Marantika. Saya sangat menyukai lagu yang bernada romantik itu, dan karena itu saya senang mendengar kabar bahwa lagu itu kemudian menjadi populer lagi dikalangan generasi penerus saya berkat adanya penyanyi spesialis lagu daur ulang Yuni Shara.

Agaknya memaafkan adalah hal yang sulit dilakukan, apalagi jika kita sudah dijahati orang lain. Karena itu kata “tiada maaf bagimu” menjadi istilah yang cukup sering didengar. Bahkan di Malaysia ada lagu yang berjudul “Tiada maaf bagimu” yang dinyanyikan oleh biduanita negara, Sharifah Aini.

Bagaimana pengalaman anda sendiri dalam hal minta maaf, dimaafkan dan memaafkan? Adakah pengalaman pahit yang membuat anda sulit memaafkan orang yang bersalah kepada anda? Ataukah ada pengalaman pahit ketika orang lain tidak mau memaafkan anda atau menerima pernyataan maaf anda?

Mungkin dalam hati kita ada perasaan bahwa ada orang-orang yang bisa dimaafkan, tetapi ada juga orang yang sudah melakukan apa yang kita pandang sangat jahat, sehingga mereka tidak patut dimaafkan. Mungkin juga ada orang-orang tidak patut dikasihani atau dikasihi sekalipun mereka adalah orang-orang yang kita kenal, karena mereka pernah menyakiti kita. Mungkin bagi kita lebih mudah untuk mengasihi orang yang terlihat baik, atau orang yang pernah berbuat baik kepada kita. Bukankah ini adalah hal yang biasa dalam hidup bermasyarakat?

Ayat di atas menyatakan hal yang sebaliknya. Yesus menegur orang yang mempunyai kebiasaan berbuat baik hanya kepada mereka yang berbuat baik. Yesus mengingatkan bahwa jika kita mengasihi orang yang mengasihi kita, itu bukanlah sesuatu yang istimewa. Adalah fakta bahwa orang-orang tidak mengenal Kristus juga mengasihi orang-orang yang mengasihi mereka. Oleh sebab itu, kita yang mengaku anak-anak Tuhan harus bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh mereka yang belum menerima pengampunan dosa melalui darah Kristus.

“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” Efesus 4: 32

Sebagai anak-anak Allah kita juga harus bisa memiliki sifat murah hati yang dimiliki oleh Bapa kita. Dengan demikian, kita bisa menjadi anak-anak Bapa yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar (Matius 5: 45). Adakah keinginan dalam hati kita untuk meniru kasih yang sudah diperlihatkan oleh Bapa kita?

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” Lukas 6: 36

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s