Pentingnya doa dalam keadaan siaga

“…Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus” Efesus 6: 18

Pagi hari ini, setelah membaca berita di berbagai media, saya merasa adanya perasaan kuatir dalam hati saya. Berita tentang coronavirus yang sudah menyebar ke banyak negara di dunia mau tidak mau membuat saya menjadi agak tegang. Bagaimana jadinya jika wabah virus ini menyerang Australia? Saat ini data sudah menunjukkan adanya 23 orang penderita yang dirawat di rumah sakit Australia, 15 di antaranya adalah orang-orang yang datang dari Wuhan sedangkan sisanya adalah penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang diungsikan ke Australia. Melalui perawatan medis dan karantina selama beberapa minggu, kelima belas turis dari Wuhan sudah dinyatakan sembuh, sedangkan penderita yang lain masih berada dalam perawatan dokter.

Sekalipun nampaknya pemerintah Australia sampai saat ini masih bisa mengatasi ancaman penularan penyakit akibat virus yang jahat ini, sebagian penduduk Australia kelihatannya kuatir dan mulai memborong masker dan cairan pembersih tangan. Tambahan pula, adanya anjuran untuk membeli bahan-bahan makanan yang cukup untuk persediaan selama dua minggu membuat sebagian orang menjadi semakin was-was. Kebanyakan orang tentunya tidak bisa berbuat apa-apa selain menjaga kesehatan dan lebih berhati-hati untuk tidak ketularan sekiranya ada penderita virus yang belum dikarantina.

Sebagai manusia kita memang sering kuatir karena berbagai sebab. Keadaan gawat di dunia ini bukan saja disebabkan oleh adanya wabah penyakit; hal-hal lain seperti kekeringan dan kebakaran hutan yang baru-baru ini melanda Australia bisa juga membuat siapa pun menjadi takut dan kuatir. Untunglah jika mereka yang bertugas untuk mengatur negara masih bisa mengendalikan suasana, tetapi di banyak negara kejadian semacam ini bisa membawa penderitaan yang besar bagi rakyatnya. Sebagai orang Kristen yang hidup di tempat yang mengalami bencana seperti di atas, apakah yang bisa kita lakukan?

Pertama-tama, Paulus dalam suratnya kepada Timotius mengajak umatNya untuk berdoa bagi para pemimpin.

“Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.” 1 Timotius 2: 1 – 2

Dengan demikian, kita pun harus berdoa agar para pemimpin kita bisa mempunyai kebijaksanaan untuk dapat mengatasi masalah yang ada, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram. Kita harus berdoa sambil mengucap syukur kepada Tuhan, karena kita percaya bahwa Tuhan kita yang mahakuasa adalah Tuhan yang mahabijaksana dan mahakasih.

Yang kedua, satu hal yang sering dilupakan dalam berdoa, adalah untuk mendoakan sesama orang beriman.  Ayat di atas adal;ah ajakan Paulus kepada jemaat di Efesus untuk berdoa bagi segala orang kudus, yaitu semua orang yang percaya kepada Kristus. Sekalipun mereka tidak menjabat kedudukan dalam pemerintahan dunia, mereka adalah anak-anak Allah. Doa kita untuk sesama orang beriman harus dilakukan dengan tidak putus-putusnya sebagai bukti bahwa kita bersama dengan saudara-saudara seiman  bersatu dalam keyakinan bahwa Tuhan menyertai kita dalam keadaan yang bagaimana pun.  Doa yang senatiasa kita sampaikan kepada Tuhan haruslah berisi ucapan syukur atas penyertaanNya sampai saat ini, dan pengharapan akan pertolongan Tuhan pada  masa mendatang.

Berdoa dengan tidak putus-putusnya bukanlah dimaksudkan untuk “memaksa” agar Tuhan segera bertindak. Sebaliknya, doa yang selalu kita sampaikan adalah kemauan untuk menunggu dan penyerahan kita kepada Dia yang mahakuasa. Doa yang tidak berkeputusan adalah bukti kesabaran dalam iman dan pernyataan syukur kita atas kasihNya. Dengan itu kita akan tetap kuat dalam menghadapi ancaman yang bagaimana pun besarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s