Percaya atau tidak?

“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Filipi 4: 7

Ripley’s Believe It or Not! adalah nama museum barang serba aneh sebagai penghargaan bagi tokoh pertunjukan Amerika Serikat, Robert Ripley, yang pernah menjelajahi dunia untuk mencari hal unik dan tak biasa. Di Indonesia, museum serupa dulu ada di Pondok Indah Mall, Jakarta, yang memamerkan barang yang jarang dijumpai di dunia, tetapi benar-benar ada.

Bagi banyak orang di zaman ini, setiap hari selalu ada saja hal-hal aneh yang dijumpai terutama dalam berbagai media. Suatu hal yang menarik perhatian adalah mudahnya orang percaya adanya sesuatu yang tidak benar-benar ada, tetapi sukar untuk menerima apa yang memang ada. Tentu saja orang yang percaya akan apa yang tidak ada adalah orang yang kurang bijak, tetapi mereka akan lebih tidak bijak jika tidak mempercayai apa yang benar ada!

Ketidakbijakan manusia memang sudah dari dulu. Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa karena mereka percaya kepada apa yang diucapkan iblis, tetapi tidak percaya kepada apa yang difirmankan Tuhan. Setelah kejadian itu, banyak tokoh Alkitab yang juga menunjukkan kebodohan yang serupa. Dan di zaman ini pun orang sering melakukan hal yang sama.

Jika kita menghadapi berbagai masalah kehidupan, kita mungkin lebih percaya kepada kata orang. Berbagai informasi yang kita dapat dari internet misalnya, bisa membuat kita kuatir atau takut. Pada pihak yang lain, kabar burung yang ada di media bisa juga menciptakan rasa percaya diri yang besar, tetapi yang akhirnya membawa kekecewaan. Banyak manusia kemudian bingung: mana yang bisa dipercaya, dan mana yang tidak bisa dipercaya?

Firman Tuhan pagi ini mengingatkan kita bahwa di tengah gejolak kehidupan, hanya Yesus yang bisa kita percayai. Dia yang pernah turun ke dunia adalah Tuhan yang dapat mengerti segala persoalan dan perasaan kita. Dalam marabahaya, Yesuslah yang dapat memberi kita kedamaian. Memang melalui Dialah damai sejahtera dari Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiran kita.

When peace like a river, attendeth my way,

When sorrows like sea billows roll

Whatever my lot, thou hast taught me to say

It is well, it is well, with my soul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s