Tuhan adalah tempat perlindungan kita

“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya.” Mazmur 46: 1 – 3

Tidak dapat dipungkiri bahwa pada saat ini banyak orang yang merasa kuatir ketika mengikuti perkembangan krisis COVID 19 di seluruh dunia, terutama apa yang dilaporkan dari Eropa. Tiap hari, berita utama di berbagai media berkisar pada berbagai masalah yang timbul karena adanya pandemi ini.

Salah satu tindakan yang dianjurkan pemerintah di seluruh dunia untuk memperkecil resiko penularan virus corona adalah dengan menjauhkan diri dari tempat yang banyak orangnya, dan itu dinamakan social distancing. Teknik ini bukanlah barang baru, karena dalam menghadapi penyakit menular, masyarakat memang dianjurkan untuk menjauhi kerumunan orang yang ada di pusat pertokoan, bioskop, restoran dan bahkan rumah ibadah.

Manusia sebagai makhluk sosial sudah tentu sulit untuk menghindari hubungan dengan sesamanya. Dengan demikian, social distancing hanya bisa dilaksanakan dengan peraturan pemerintah, dan rakyat mau tidak mau harus menaatinya. Dalam keadaan sedemikian, cepat atau lambat banyak orang merasa tertekan karena tidak dapat dengan bebas bertemu dengan sanak keluarga, teman atau kolega. Mereka yang sudah merasa kuatir akan kesehatannya, sekarang tidak dapat menghindari rasa sepi karena tiap orang terlihat sibuk dengan kepentingan mereka sendiri.

Dalam kesepian, penderitaan dan ancaman, manusia mencari seseorang yang bisa memberi harapan. Mungkin itu orangtua, anak, pendeta atau pun pemimpin negara. Memang dalam keadaan kritis, kita lebih bisa melihat kualitas manusia yang sebenarnya dan menyimpulkan siapakah yang benar-benar bisa memimpin dan mengatasi keadaan. Walaupun demikian, tidak ada seorang pun yang bisa sepenuhnya bergantung kepada sesamanya. Dalam keadaan bahaya seperti yang kita alami saat ini, tidak akan ada manusia yang benar-benar yakin akan kekuatan dan kemampuannya sendiri.

Ayat di atas menunjukkan bahwa hanya Allah yang berkuasa atas segala sesuatu. Karena itu, Ia adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita. Allah adalah penolong kita di masa lalu, ketika kita mengalami kesesakan, dan Ia jugalah yang akan melindungi kita dihari-hari mendatang. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi bergoncang dan sekalipun bahaya besar datang mengancam kita. Allah adalah Sang Pencipta yang mahakuasa, kepadaNya kita bisa berharap akan datangnya pertolongan dan penghiburan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s