Tuhan ingin kita mengenal Dia

Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: “Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita.” 1 Samuel 4: 3

Hidup ini penuh tantangan. Siapa pun yang hidup di dunia selalu mempunyai berbagai masalah yang harus dihadapi dan diselesaikan. Mungkin terkadang kita  merasa betapa nikmatnya kehidupan orang tertentu; tetapi mereka yang terlihat enak hidupnya juga sering mengeluh bahwa hidupnya tidaklah mudah. Memang tiap orang mempunyai persoalan hidup yang berbeda, tetapi mereka juga memiliki gaya hidup yang berbeda dalam menghadapi masalah hidup masing-masing.  Dalam hal ini, adalah mudah bagi kita untuk merasa bahwa Tuhan itu kurang adil dalam memberikan berkatNya, karena apa yang dipunyai orang lain terlihat lebih baik dari apa yang kita miliki.

Mengapa Tuhan tidak memberi semua umat Kristen hidup yang nikmat dan berkelimpahan? Mengapa hidup orang Kristen seringkali sama beratnya, dan bahkan bisa lebih berat dari mereka yang tidak percaya kepada Tuhan? Apa gunanya menjadi pengikut Tuhan jika hidup kita tidak seenak hidup mereka yang tidak mengenal Tuhan? Adakah yang bisa kita lakukan agar Tuhan berada di pihak kita?

Tentara Israel waktu itu sedang berperang melawan tentara Filistin. Sebagai umat Tuhan, tentara Israel tentunya berharap untuk menang, tetapi mereka justru terpukul kalah. Mereka heran, tidak mengerti mengapa hidup bisa menjadi begitu berat. Dimanakah Tuhan ketika umatNya mengalami perjuangan berat? Dimanakah Tuhan ketika kita mengalami bencana?

Tentara Israel tidak mengerti mengapa Tuhan membiarkan mereka kalah. Mereka tidak sadar bahwa bukan Tuhan yang lebih dulu meninggalkan mereka, tetapi umat Israel yang sudah menjauhi Tuhannya. Memang dalam Alkitab tidak ada kejadian dimana Tuhan meninggalkan seseorang dalam kesulitan hidupnya, jika ia tetap setia kepada Tuhan.

Mereka yang sudah meninggalkan Tuhan belum tentu bertingkah laku seperti hewan yang buas, tetapi pasti adalah orang-orang yang sudah tidak lagi mengenal pribadi Tuhan. Umat Israel masih berharap agar Tuhan mau menolong mereka dalam menghadapi orang Filistin, tetapi bukannya bersujud mendekati Tuhan, mereka mengambil dari Silo tabut perjanjian, dengan maksud memaksa Tuhan agar Ia datang ke tengah-tengah mereka dan melepaskan mereka dari tangan orang Filistin. Mereka lupa bahwa Tuhan tidak dapat dijadikan “jimat” pembawa kemenangan. Kekeliruan mereka akhirnya harus dibayar mahal dengan kekalahan total dari orang Filistin.

Saat ini hampir semua negara di dunia menghadapi masalah besar karena adanya pandemi. Mengapa ini harus terjadi? Tidak ada seorang pun yang tahu. Tetapi, satu yang jelas adalah pada saat yang kritis ini Tuhan menghendaki kita mengenalNya dengan benar. Tuhan adalah Tuhan yang mahakasih, tetapi juga Tuhan yang mahakuasa. Tuhan bukalah ilah yang bisa kita pakai untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan kita. Biarlah kita mau menghampiri tahtaNya dengan bersujud di hadapanNya untuk memohon pertolonganNya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s