Hidup kita untuk memuliakan Tuhan

“Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” 1 Korintus 10: 31

Sejak hari Senin yang lalu saya bekerja dari rumah. Universitas ditutup dan karena itu setiap dosen harus memberi kuliah online. Inilah keadaan di Australia sekarang dengan adanya anjuran untuk social distancing. Karena itu, akhir pekan ini hanya saya lewatkan dengan tinggal di rumah saja. Memang ancaman wabah coronavirus sudah membuat cara hidup manusia dimana pun berubah.

Bagi banyak orang, tinggal di rumah selama berhari-hari tentunya membosankan. Berbeda dengan liburan, saat ini orang tidak bisa pergi ke mall, gym atau shopping. Semua restoran, bioskop dan toserba sudah ditutup, dan hanya toko swalayan dan apotik yang tetap buka. Tidaklah mengherankan banyak orang yang sekarang ini menghabiskan waktu dengan menonton TV atau membaca buku.

Menurut perkiraan pemerintah Australia, krisis COVID -19 ini akan berlangsung berbulan-bulan, dan bukan hanya beberapa minggu. Oleh sebab itu, orang harus siap mental untuk hidup sebagai tahanan rumah. Dalam hal ini, tentunya ada pertanyaan apakah setelah “beristirahat” di rumah selama beberapa bulan, orang tidak mengalami gangguan kejiwaan. Apalagi jika tidak ada income yang masuk, karena ekonomi yang kacau sudah membuat sekitar 1 juta orang kehilangan pekerjaannya di Australia. Inilah masalah yang harus dihindari semua orang.

Menurut Alkitab, manusia diciptakan untuk bekerja dan memuliakan Tuhan. Keharusan untuk bekerja bukanlah karena dosa, tetapi dari mulanya Tuhan sudah berfirman agar manusia menguasai bumi dan isinya. Dengan demikian, semua manusia pada hakikatnya ingin untuk mengisi hidupnya dengan kegiatan yang terasa bermanfaat bagi dirinya atau orang lain.

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1: 28.

Dalam keadaan saat ini, mau tidak mau kita akan merasa adanya keterbatasan hidup. Kegiatan yang biasanya kita jalankan, sekarang mungkin tidak bisa dilakukan.

Fiman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa keadaan yang serba kacau ini bukanlah alasan untuk mengurung dan berdiam diri saja. Justru sebaliknya, keadaan yang lebih lenggang ini adalah kesempatan untuk memikirkan hubungan kita dengan Tuhan. Jika sebelum ini kita mungkin sibuk dengan aktivitas kita dan kurang memikirkan hal menolong sesama dan memuliakan Tuhan, sekarang kita diingatkan bahwa apa pun yang kita lakukan, baik makan atau minum, atau mengerjakan sesuatu yang lain, kita harus melakukan semuanya untuk kemuliaan Tuhan. Kesempatan juga ada bagi kita yang mampu untuk menolong mereka yang kekurangan. Semoga setelah krisis ini berlalu hubungan kita dengan Tuhan dan sesama kita akan lebih dekat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s