Kebimbangan bisa membuat kita tenggelam

Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” Matius 14: 30

See the source image

Saat ini, banyak orang yang hidup dalam kegundahan. Adanya pandemi memang sudah membuat orang hidup dalam kekuatiran, tetapi hancurnya ekonomi  negara yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaan rupanya dirasakan sebagai hal yang lebih berbahaya. Di beberapa negara yang mengalami lockdown mulai muncul banyak orang yang berdemonstrasi dan yang menyatakan bahwa bagi mereka mati karena virus corona adalah lebih baik daripada mati kelaparan. Tetapi tentu saja pandangan ini tidak dapat dibenarkan; kematian akibat bencana apa pun tentunya bukanlah hal yang menyenangkan, tetapi itu justru hal yang seharusnya dihindari.

Pernahkah anda mengalami pengalaman menakutkan yang serupa sebelum ini? Mungkin itu krisis moneter Asia di tahun 1997? Kebanyakan orang tentu merasa takut jika ada hal  seperti itu terjadi karena efeknya yang besar dan tidak mudah dikontrol. Ketakutan memang bisa muncul ketika ada bahaya yang mendatangi, apalagi jika kita merasa bahwa itu ada diluar kemampuan kita untuk mengatasinya. Dalam hal ini, sekalipun orang percaya akan adanya Tuhan yang mahakuasa, rasa takut sering muncul karena apa yang dilakukan Tuhan adalah suatu yang tidak dapat dimengertinya.

Bagaimana pula perasaan kita jika kita yakin bahwa Tuhan adalah mahakuasa? Apakah kita kemudian bisa hidup dalam ketenangan karena semua yang kita alami tentunya adalah sesuai dengan kehendak Tuhan? Akankah Tuhan membuat hidup kita berjalan mulus jika kita menurut perintahNya? Dalam kenyataannya, sekalipun hidup kita sudah berjalan sesuai dengan kehendakNya, itu tidak berarti bahwa tidak ada saat-saat dimana kita merasa bimbang. Sebelum datangnya pandemi, tanggung jawab rumah-tangga, pekerjaan, dan pelayanan gereja mungkin sudah kita jalankan sesuai dengan perintahNya; tetapi sekarang kita mungkin ragu apakah kita bisa melakukannya dengan baik pada saat-saat mendatang. Rasa takut dan kuatir pun muncul, karena kita tidak mengerti apa yang akan terjadi. Apakah tiupan angin topan akan bertambah keras?

Pada saat itu, Petrus yang melihat Yesus berjalan diatas air ingin meyakinkan diri bahwa itu benar-benar Yesus. Petrus meminta agar Yesus menyuruh dia untuk berjalan diatas air dan menjumpaiNya. Dengan ajakan Yesus, Petrus segera melangkahkan kakinya diatas air. Keberaniannya tumbuh karena adanya ajakan Yesus. Tetapi ketika dirasakannya ada tiupan angin yang keras, lupalah Petrus akan adanya Yesus. Ia menjadi takut dan merasa akan tenggelam. Melihat Petrus yang ketakutan, Yesus segera menolongnya. Tetapi, Yesus juga menegur Petrus atas kebimbangannya. Itu karena Petrus yang sudah diajak Yesus untuk berjalan diatas air, sebenarnya harus sepenuhnya percaya kepada Yesus.

Hari ini, jika kita percaya bahwa kita hidup menurut perintahNya, itu seharusnya menyatakan kepercayaan kita atas bimbinganNya. Apa yang Tuhan janjikan adalah penyertaanNya kepada kita sekalipun ada angin topan mendatangi dan gelombang laut yang menggoncang kaki kita. Mengapa pula kita harus bimbang?

Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Matius 14: 33

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s