Kita adalah orang pilihan Allah

“Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau”; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan” Yesaya 41: 10

Tidak terasa saya sudah menjalankan WFH (work from home) selama hampir dua bulan. Gara-gara adanya pandemi, universitas saya ditutup pada bulan Maret yang lalu dan semua kuliah harus saya berikan secara online dari rumah. Satu dua minggu bekerja dari rumah memang  terasa nikmat, terutama karena tidak perlu untuk bangun terlalu pagi untuk mempersiapkan diri dan bermobil ke kantor. Tetapi, setelah dua minggu rasa bosan mulai muncul karena saya tidak bisa pergi kemana-mana, kecuali sesekali ke supermarket guna membeli bahan makanan.

Adanya keharusan bagi penduduk untuk melakukan PSBB memang membuat kota dimana saya tinggal menjadi mati. Kebanyakan toko yang menjual barang-barang yang bukan bahan pokok sudah ditutup dan begitu juga rumah makan dan gedung pertunjukan. Dalam keadaan sedemikian, mereka yang sudah lanjut usia dan kurang sehat tentunya adalah orang-orang yang paling menderita karena mereka bisanya bergantung pada pertolongan dan jasa yang diberikan orang lain. Tetapi, menurut survey, mereka yang masih tergolong muda pun banyak yang mengalami masalah kejiwaan berkenaan dengan timbulnya rasa kuatir, rasa kesepian dan rasa takut. Malahan, beberapa pakar meramalkan bahwa perawatan kejiwaan akan menjadi salah satu kebutuhan penting dari masyarakat setelah pandemi ini berakhir.

Di tengah-tengah kemelut pandemi ini, orang Kristen tentunya terpanggil untuk sebisa mungkin menjadi terang dunia. Sekalipun diri mereka sendiri merasa menderita, banyak orang percaya yang merasa bahwa mereka bisa membantu mereka yang menderita untuk tetap bisa bertahan. Dengan bantuan doa dan membagikan ayat-ayat Alkitab yang sesuai, mereka berusaha meyakinkan mereka yang tertekan jiwanya untuk mau menyerahkan persoalan mereka kepada Tuhan yang mahakuasa. Ada kalanya ayat yang dipakai memang mengena, tetapi sering juga ada tafsiran yang kurang  tepat.

Ayat di atas adalah ayat yang sering dipakai orang Kristen untuk menguatkah mereka yang mengalami perjuangan hidup. Banyak orang yang menafsirkan ayat diatas sebagai janji Tuhan kepada semua umat Kristen untuk memberi mereka kemenangan dan keberhasilan. Tuhan telah memilih  kita dan tidak menolak kita; karena itu kita tidak perlu takut, sebab Ia menyertai kita. Kita tidak perlu bimbang, sebab Tuhan adalah Allah kita. Tuhan akan meneguhkan, bahkan akan menolong kita;  Tuhan akan memegang kita dengan tangan kananNya yang membawa kemenangan. Dalam Tuhan kita akan bisa menyelesaikan segala persoalan, termasuk masalah kesehatan, pekerjaan dan bahkan hutang.

Sebenarnya ayat itu adalah firman Tuhan yang khusus diberikan kepada umat pilihan Allah, umat Israel yang menderita dalam pengasingan di Babilonia. Tuhan mengingatkan bani Israel bahwa mereka adalah umat pilihan Allah dan karena itu Allah akan menolong mereka. Apa yang dijanjikan Allah itu sudah terjadi, dan bagi kita itu menunjukkan bahwa dalam hal pembebasan umat Israel dari Babilonia, Tuhan tidak mengecewakan umat Israel yang sudah dipilihNya. Walaupun demikian, janji Tuhan dalam ayat ini bukanlah janjiNya untuk kita yang tidak termasuk dalam umat Israel yang hidup pada zaman itu.

Kembali mengenai ayat di atas, tidak adakah yang dapat kita terapkan dalam hidup kita pada saat ini? Tentu ada! Karena kita adalah orang-orang pilihan Alllah melalui penebusan Kristus Yesus, Ia tidak akan menolak kita. Dalam mengalami penderitaan dan ancaman di saat ini, kita tidak perlu takut karena Allah menyertai kita. Kita tidak perlu bimbang akan kasihNya. Tuhan kita adalah Allah yang mahakuasa yang dapat menguatkan kita dan bahkan akan menolong kita pada saat yang tepat, dengan cara yang sesuai dengan rencanaNya.  Sekalipun dalam hidup ini kita bisa mengalami masalah yang besar yang tidak kunjung berhenti, tetapi Ia akan memegang tangan kita dan menguatkan kita sehingga kita mendapatkan rasa damai dan kecukupan dalam keadaan apa pun. Inilah kunci kebahagiaan dalam iman!

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s