Kesatuan jiwa dan raga

“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.” 1 Tesalonika 5: 23

Tuhan, kuatkanlah jiwa dan ragaku

Apakah yang bisa membuat orang kuatir dengan adanya pandemi di saat ini? Tentunya semua orang ingin menghindari serangan virus corona terhadap tubuhnya. Sudah banyak korban virus yang jatuh sakit, sebagian cukup parah sehingga harus mendekam di rumah sakit untuk waktu yang lama. Tetapi, korban virus bukan saja menyangkut jasmani, karena banyak orang yang harus mengalami isolasi di rumah atau tempat lain kemudian mengalami gangguan kejiwaan. Dengan demikian, COVID-19 ini bisa menyerang baik jasmani maupun rohani kita.

Mereka yang tidak percaya akan adanya Tuhan, umumnya percaya bahwa manusia hanya berbentuk jasmani atau raga. Memang, jika Tuhan adalah roh, orang yang tidak percaya adanya roh tentu tidak bisa membayangkan adanya Tuhan. Bagi mereka, manusia ini adalah suatu makhluk yang seperti makhluk lainnya di dunia, hanya hidup untuk satu kurun waktu tertentu, dan yang kemudian mati dan hilang lenyap.

Manusia memang terdiri dari dua aspek yaitu rohani dan jasmani atau jiwa dan raga. Karena adanya pembagian atas dua aspek yaitu tubuh dan roh, ini disebut pandangan dikotomi. Tetapi, ada juga orang yang kemudian membagi aspek rohani menjadi dua komponen, yaitu jiwa dan roh. Dengan demikian ada tiga aspek manusia yaitu tubuh, jiwa dan roh. Pandangan sedemikian disebut trikotomi.

Menurut pandangan dikotomi, raga mewakili segala sesuatu yang tampak, sementara jiwa mewakili semua yang tak terlihat. Dalam hal ini, istilah soul (jiwa) dan spirit (roh) adalah dua aspek yang ditilik dari dua sudut pandang yang berbeda. Dalam menilai dikotomi, soal penciptaan merupakan argumen terkuat. Kejadian 2:7 mencatat bahwa manusia menjadi raga yang diberi nafas kehidupan oleh Tuhan.

Menurut pemikiran trikotomi, manusia terdiri dari tiga unsur berbeda, yaitu tubuh, jiwa, dan roh. Jiwa mencakup nyawa dan kemampuan yang dimiliki manusia, seperti pikiran, hati, dan kehendak. Sebaliknya, roh adalah kemampuan rohani untuk berhubungan dengan Tuhan. Pandangan trikotomi bisa menjelaskan mengapa seseorang dapat dikatakan hidup secara jasmaniah namun mati secara rohaniah. Oleh sebab itu, banyak juga penyajian Injil yang dilakukan berdasarkan pandangan trikotomi.

Mengenai 1 Tesalonika 5:23, kita perlu mengamati bahwa Paulus sedang sibuk berdoa. Ia tidak membicarakan aspek apa yang membentuk manusia. Sebaliknya, Paulus memakai kata kerja “terpelihara” dan kata sifat “seluruhnya” yang secara bersamaan menunjuk kepada sesuatu yang tunggal. Dengan demikian, ayat di atas tidak dimaksudkan untuk membagi manusia dalam beberapa aspek. Sebaliknya, ayat itu menunjukkan pentingnya untuk mendapat damai sejahtera dari Tuhan sehingga hidup kita sepenuhnya dipelihara dengan sempurna sampai kedatangan Yesus yang kedua kalinya.

Hari ini, adakah perasaan gundah dalam diri anda dalam menghadapi hari-hari mendatang? Apakah kerisauan hati itu sehubungan dengan ancaman penyakit, keadaan ekonomi atau kebutuhan hidup kita? Apakah anda tidak merasakan kekuatiran bahwa keadaan saat ini bisa juga mempengaruhi keadaan rohani anda di masa depan? Jika anda berusaha keras untuk bisa mempertahankan kesehatan jasmani anda, adakah usaha anda untuk mempertahankan bahkan memperkuat keadaan rohani anda? Firman Tuhan di atas menyatakan pentingnya bagi kita untuk menyadari bahwa kita harus tetap berdoa memohon penyertaan Tuhan bagi hidup kita secara keseluruhan agar kita bisa merasakan damai sejahtera yang penuh dariNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s