Apa perlunya kesetiaan dalam berdoa?

“TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepadaNya, pada setiap orang yang berseru kepadaNya dalam kesetiaan.” Mazmur 145: 18

Doa adalah komunikasi

Dalam hidup ini, orangtua yang baik adalah orangtua yang tahu kebutuhan anak-anaknya dan bijaksana dalam memberikan kasih sayang kepada mereka. Sebaliknya, anak yang bijaksana adalah seorang anak yang mau mengutarakan kebutuhan mereka kepada orangtua dan bersabar serta percaya atas kebijaksanaan orangtua.

Seperti hubungan seorang anak dengan orangtuanya, seperti itu jugalah hubungan umat percaya dengan Tuhan mereka. Dalam banyak kepercayaan, memang manusia harus berusaha untuk mendekati sang pencipta yang mahakuasa dan menyembahNya agar hidup mereka diberkati. Dalam hal ini, umat Kristen tidak berbeda karena mereka boleh berdoa seberapa banyak dalam sehari untuk berkomunikasi dengan Tuhan di surga. Tetapi, mereka percaya bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik dan apa yang mereka butuhkan. Tuhan yang mahakasih hanya akan mengabulkan permintaan doa kita apabila itu sesuai dengan kehendakNya.

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Matius 7: 7

Tuhan yang sudah pernah datang ke dunia dalam bentuk manusia yang bernama Yesus itu sekarang berada di surga, menantikan doa-doa setiap orang, dimana saja, yang berseru kepadaNya. Lebih dari itu, orang Kristen sudah dikaruniai dengan Roh Kudus, Tuhan yang hidup dalam tiap orang percaya, yang mau membantu mereka dalam berdoa. Tuhan senang jika makhluk ciptaanNya dekat padaNya dan Ia mengasihi setiap orang yang berseru kepadaNya dalam kesetiaan.

Dalam kenyataannya, banyak orang Kristen yang kurang bisa merasakan bahwa Tuhan yang mahabesar itu betul-betul ada di setiap saat dalam hidup mereka. Dalam kesibukan hidup, mereka mungkin hanya jarang-jarang menghampiri Tuhan. Doa mereka hanya disampaikan jika mereka membutuhkan sesuatu. Itupun sering dilakukan tanpa penyembahan dengan sepenuh hati. Kesetiaan kepada Tuhan tidak terlihat dalam hidup kerohanian mereka.

Sebenarnya, untuk mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan tidaklah terlalu sulit. Kita tidak lagi memerlukan ritual-ritual khusus untuk memanggil Tuhan atau untuk memohon pertolonganNya. Itu karena Yesus sudah mati untuk memungkinkan hubungan langsung antara umat dan Tuhannya. Tetapi, tentu saja umat Tuhan harus mengerti perlunya berdoa, yaitu untuk dekat dengan Sang Pencipta. Dengan demikian, dalam keadaan apa pun mereka akan merasakan adanya penyertaan Tuhan.

Hari ini kita diingatkan bahwa adalah keliru jika kita berpikir bahwa Tuhan selalu menyertai kita sekalipun kita hidup hanya untuk diri sendiri dan jarang berdoa kepadaNya. Tuhan dekat pada mereka yang berseru kepadaNya, pada setiap orang yang berdoa kepadaNya dengan setia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s