Yesus tahu keadaan kita

“Maka kataNya kepada perempuan itu: “Hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” Markus 5: 34

Percayalah kepada kuasa dan kasih Tuhan

Apa yang akan kita lakukan jika kita mengalami keadaan darurat? Tentu jawabnya tergantung pada keadaan darurat yang bagaimana. Jika itu menyangkut keamanan pribadi, mungkin kita akan menelpon polisi. Tetapi, kalau itu mengenai kesehatan, tentunya kita bisa menelpon ambulans. Di Australia, nomer “triple zero” atau “000” adalah nomer yang bisa dikontak untuk memanggil polisi, ambulans atau pemadam kebakaran. Selain itu ada beberapa nomer khusus yang bisa dipakai untuk konsultasi, jika seseorang merasakan tekanan hidup besar yang bisa mengakibatkan terjadinya hal-hal yang tidak dingini.

Walaupun kita tahu adanya orang-orang tertentu yang bisa menolong kita dalam keadaan darurat di atas, ada kalanya kita merasa tidak yakin apakah ada orang yang bisa atau mau menolong kita jika ada kesulitan besar lain yang kita alami. Misalnya hal kehilangan pekerjaan, kekurangan dana dan gagalnya usaha adalah keadaan darurat yang bisa dialami semua orang, terutama pada saat pandemi yang kini terjadi di semua negara di dunia. Mereka yang mengalami kesulitan besar seperti ini seringkali harus berusaha untuk mencari penyelesaian sendiri.

Alkitab menceritakan bahwa pada waktu itu ada seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita sakit perdarahan. Ia telah berulang-ulang berobat kepada berbagai tabib, sehingga telah habis uangnya, namun keadaannya justru semakin memburuk. Perempuan itu sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, orang luar biasa yang sudah menyembuhkan banyak orang sakit. Ia pada saat itu melihat Yesus ada di tengah-tengah orang banyak. Dalam keadaannya, perempuan itu hanya bisa mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubahNya. Ia berpikir: “Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.” Ajaib, seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa sudah sembuh dari penyakitnya.

Seketika itu juga Yesus mengetahui bahwa ada tenaga yang keluar dari diriNya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubahKu?” Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, kemudian tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepadaNya. Perempuan itu sadar bahwa Yesus pastilah bukan manusia biasa. Tetapi apa yang lebih menakjubkan adalah apa yang dikatakan Yesus setelah itu: “Hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” Hanya Tuhan yang bisa berkata bahwa ia sudah diselamatkan dan disembuhkan.

Pada saat ini, apakah anda merasakan adanya keadaan darurat dalam hidup anda? Apakah anda merasakan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa menolong dan menghibur anda? Mungkinkah anda merasa gundah dalam menghadapi hari depan? Yesus yang sudah menyembuhkan dan membawa keselamatan bagi perempuan itu adalah Yesus yang sama bagi setiap umatNya. Perempuan itu dengan imannya berani menjamah Yesus, memohon pertolongan dariNya. Dan karena imannya, ia menjadi manusia yang baru, yang merdeka dari penderitaan yang dialaminya.

Yesus yang sama menunggu kita untuk berpegang kepada iman kita dan mau menjerit kepadaNya. Yesus yang sudah mati untuk kita dan membawa keselamatan kepada kita yang dulunya orang berdosa, adalah Yesus yang sekarang hidup di surga sebagai Anak Allah yang berkuasa atas hidup kita. Dengan demikian, jika anda percaya bahwa oleh bilur-bilurnya kita telah diselamatkan, biarlah kita yakin bahwa oleh kuasa dan kasihNya kita akan dapat menghadapi hari depan dengan ketabahan dan keberanian!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s