Apakah anda mengenal Allah?

“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Efesus 3: 18 -19

Kasih Allah kepada manusia

Sebuah pertanyaan yang sering disampaikan kepada mereka yang sudah lama menikah adalah mengenai hal mengenal pasangan mereka. Apakah mereka yang sudah hidup bersama puluhan tahun sudah saling mengenal kebiasaan dan sifat pasangannya sehingga mereka bisa saling menerka segala apa yang akan diperbuat pasangannya? Pada umumnya jawaban pertanyaan ini adalah antara “ya” dan “tidak”. Hidup bersama orang lain dalam suatu pernikahan dalam waktu yang lama tidaklah membuat seseorang bisa mengerti semua apa yang dipikirkan pasangannya. Walaupun demikian, biasanya orang bisa mengerti bahwa pasangannya adalah orang yang seringkali berbeda dalam kebiasaan dan cara berpikir, sehingga ia tidak lagi terkejut atau heran jika pasangannya melakukan sesuatu hal baru. Mereka yang sudah hidup bersama cukup lama tentunya saling mengasihi dan saling memercayai.

Dalam Roma 11: 33 Paulus menulis kepada jemaat di Roma ketika ia berada di Korintus sekitar tahun 50 Masehi: “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya!” Ayat ini sering dipakai dalam khotbah untuk menggarisbawahi kebesaran Tuhan yang tidak dapat diselami manusia. Manusia sebagai ciptaan tidak dapat menyelami jalan pikiran Sang Pencipta. Ini adalah hal yang diajarkan dalam banyak agama. Dengan demikian, tidaklah mengherankan jika manusia sering bertanya-tanya mengapa suatu hal harus terjadi dalam hidupnya, terutama jika hal itu adalah sesuatu yang tidak diinginkannya.

Apa yang terjadi di dunia saat ini adalah sesuatu yang membuat banyak orang menderita, dan dengan itu banyak orang yang mempertanyakan mengapa hal itu harus terjadi. Malahan, ada orang yang bertanya apakah Tuhan itu memang ada jika manusia harus mengalami berbagai malapetaka. Adalah menyedihkan bahwa di dalam kesusahan, manusia tidak dapat mengenali Tuhan yang mahakuasa. Terlebih menyedihkan jika ada orang yang sudah lama merasa kenal dengan Tuhannya, tetapi tidak dapat mengerti bagaimana sifat Tuhan.

Dalam ayat pembukaan di atas, Paulus menulis sesuatu yang agaknya berbeda dengan apa yang ditulisnya dalam Roma 11: 33. Dalam ayat Efesus 3: 18-19 ini ia justru berdoa agar jemaat Efesus bersama dengan segala orang percaya dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Apakah ini bukannya doa yang sia-sia jika Tuhan adalah Allah yang tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan tak terselami jalan-jalanNya?

Paulus berdoa agar mereka dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Ini menunjukkan bahwa kepenuhan Allah adalah penting untuk bisa memahami sifat dan tindakan Tuhan. Memang setiap orang percaya mengerti bahwa Allah sudah mengaruniakan AnakNya yang tunggal untuk menebus manusia yang seharusnya binasa. Dalam Kristus, kasih dan kebijaksanaan Allah sudah dinyatakan sepenuhnya. Dalam Kristus kita bisa melihat Allah yang tidak bisa kita lihat dengan mata. Allah adalah mahakuasa, mahatahu, mahabijaksana dan Ia juga mahakasih.

Pagi ini, jika anda merasakan jauhnya Tuhan dan betapa hidup ini terasa berat saat ini, firmanNya berkata bahwa Tuhan dapat kita lihat sepenuhnya dalam diri Kristus yang sudah membawa kita kepada keselamatan. Jika kita mengerti bahwa tidak ada hal lain yang lebih berharga dari karunia kasih Allah dalam diri Kristus, itu berarti bahwa kita sudah mengenal KasihNya yang melampaui segala pengetahuan. Jika demikian, adakah hal yang masih membuat kita ragu akan Dia yang memegang kendali hidup kita dan segala sesuatu yang ada dalam alam semesta?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s