Tuhan tidak akan melupakan umatNya

Aku menyangka dalam kebingunganku: “Aku telah terbuang dari hadapan mataMu.” Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepadaMu minta tolong. Mazmur 31: 22

Menghadapi badai kehidupan

Bagaimana tanggapan anda atas keadaan dunia pada saat ini? Banyak orang yang berpandangan bahwa dunia saat ini sedang mengalami keadaan gawat yang menyangkut mati hidup banyak orang. Bukan hanya masalah pandemi saja yang membawa bencana di banyak negara, tetapi juga masalah kehancuran ekonomi yang terjadi karena pandemi sudah membuat banyak orang kehilangan mata pencaharian mereka. Dalam keadaan sedemikian, mereka yang tidak mempunyai uang simpanan tentu saja tidak akan bisa bertahan hidup tanpa bantuan orang lain atau negara.

Bagi mereka yang baru saja menamatkan studinya dan membayangkan betapa senangnya memperoleh pekerjaan yang diingininya, keadaan sekarang ini membuat impian mereka menjadi kandas. Jangankan mempekerjakan tenaga baru, banyak perusahaan harus memberhentikan pegawai mereka yang sudah bertahun-tahun bekerja dengan setia. Tidaklah mengherankan bahwa para dokter saat ini melaporkan banyaknya pasien yang mengalami gangguan kejiwaan yang berat.

Bagi banyak orang, tidak ada tekanan batin yang lebih berat daripada perasaan bahwa hidup ini sudah tidak ada artinya. Hidup yang ada terasa sia-sia karena apa yang kita miliki selama ini: kesehatan, pendidikan, penampilan, keuangan dan kemampuan sudah menjadi barang tidak dapat diandalkan. Dengan demikian, banyak orang yang merasa terbuang dari hadapan orang lain dan bahkan dari hadapan Tuhan. Kita merasa sebagai orang yang terlupakan dan Tuhan seakan sudah melupakan umatNya.

Kebingungan saat ini terjadi dalam masyarakat tentang bagaimana mereka harus mengadapi hari depan jika keadaan sekarang ini menjadi berlarut-larut. Siapakah yang bisa mengharapkan sesuatu yang baik akan terjadi bulan depan atau tahun depan, jika esok hari saja sulit diduga? Jika rakyat merasa bingung, para pemimpin pun tidak dapat memberi keyakinan bahwa segala sesuatu pada akhirnya akan menjadi baik. Memang tidak terbayangkan tahun yang lalu bahwa keadaan yang sekarang ini bisa datang secara tiba-tiba sehingga tidak ada seorang pun yang sempat bersiap-siap.

Adakah yang baik yang bisa kita harapkan di masa mendatang? Jika kita menantikan sesuatu yang baik dari manusia, tidak akan ada orang yang bisa memberi jaminan. Manusia dalam keadaan ini terlihat jelas kelemahannya: manusia tidak dapat menentukan apa yang akan terjadi. Pikiran sedemikian mungkin tidak pernah muncul dalam benak kita selama laut tenang, tetapi dengan adanya ombak yang mengombang-ambingkan perahu kehidupan kita, kita mungkin bisa diingatkan bahwa Tuhan adalah satu-satunya Oknum yang tidak tergoncangkan dalam keadaan apa pun. Malahan, segala sesuatu terjadi dengan sepengetahuan dan seizinNya.

Pemazmur yang pada mulanya bingung dalam ayat di atas kemudian ingat bahwa Tuhan tidak pernah melepaskan pandangan mataNya dari umatNya. Lebih dari itu, bumi dan alam-semesta pun selalu berada dalam penguasaanNya. Karena itu, pemazmur kemudian berteriak minta tolong kepada Tuhan dan Tuhan mendengarkan permohonannya. Bagaimana pula dengan kita yang saat ini juga mengalami rasa bingung? Yakinkah kita bahwa Tuhan adalah mahakuasa dan sanggup menolong setiap umatNya yang berada dalam keadaan bahaya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s