Kekuatan kita dari Tuhan

“Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” 2 Korintus 4: 7

Di zaman modern ini kebanyakan orang di negara barat menyimpan uangnya di bank. Karena itu, jarang sekali ada orang yang pergi berbelanja dengan membawa uang atau cash. Dengan adanya akun bank yang bisa diakses melalui internet, orang tidak perlu membawa uang kertas kemana-mana. Selain mudah hilang atau rusak, orang sekarang juga kuatir kalau-kalau uang yang sering berpindah tangan itu membawa kuman penyakit. Karena itu, kebanyakan orang membayar belanjanya secara elektronik dengan menggunakan kartu kredit atau kartu debit.

Kebanyakan orang sekarang menyimpan uang tabungannya di bank. Di rumah, biasanya hanya sejumlah kecil uang yang disimpan untuk keperluan sehari-hari. Berbeda dengan jaman sekarang, sesudah perang dunia kedua masih banyak orang yang menyimpan uang dan hartanya dalam lemari besi. Lemari besi ini diharapkan untuk bisa menyelamatkan harta pemiliknya dari pencurian atau kebakaran. Tetapi, pada zaman rasul-rasul lemari besi belum ada, dan pada zaman itu orang justru menyimpan barang-barang berharga miliknya dalam bejana yang dibuat dari tanah liat. Aneh bukan? Barang berharga disimpan dalam bejana yang lemah, yang mudah pecah.

Dalam ayat di atas, Paulus menulis bahwa orang Kristen mempunyai barang berharga yang disimpan dalam bejana tanah liat. Ada dua hal yang menarik dalam pernyataan itu. Yang pertama, orang Kristen seperti kita ini seharusnya tahu bahwa kita mempunyai barang berharga yaitu pengetahuan akan kebesaran Allah: Allah yang mahabesar sudah mengirimkan AnakNya Yesus Kristus sebagai penebus kita. Pengetahuan ini adalah sesuatu yang sangat berharga yang tidak dipunyai oleh orang yang belum diselamatkan. Sekalipun orang dunia pernah mendengar akan keselamatan yang dijanjikan Allah kepada setiap orang yang percaya, tidak setiap orang bisa atau mau untuk menerima apa yang sangat berharga ini.

Yang kedua, setiap orang percaya yang mempunyai harta berharga ini menyimpannya dalam sebuah bejana yang mudah pecah dan karena itu tidak bisa melindunginya. Bejana yaitu hidup jasmani kita adalah sebuah benda yang ringkih dan tidak akan bertahan lama. Berbagai penderitaan hidup yang ada didunia ini selalu mengancam keutuhan bejana itu. Hidup kita yang diisi dengan anugerah Tuhan yang sangat berharga itu mudah hancur karena adanya berbagai tekanan hidup.

Ayat di atas menyatakan bahwa kasih Allah yang mahabesar tidak hanya terbatas pada anugerah keselamatan yang akan rasakan di surga. Kasih Allah ternyata juga dinyatakan dalam kekuatanNya yang sudah diberikan kepada setiap umatNya. Sekalipun umatNya masih hidup sebagai manusia yang lemah secara badani di dunia ini, Tuhan melindungi dan menguatkan mereka sehingga bejana tanah liat itu tidak hancur sekalipun keadaan disekitarnya selalu mengancam.

Hari ini, mungkin anda merasakan bahwa hidup anda terasa berat. Berbagai masalah dan tantangan seolah-olah bisa menghancurkan hidup anda. Banyaknya persoalan hidup kelihatannya siap untuk membuat bejana tanah liat itu hancur berantakan. Tetapi untunglah bahwa setiap umat Tuhan sudah dapat menerima anugerah kekuatan yang besar dari Tuhan yang memberikannya dengan berlimpah-limpah. Hanya dengan kekuatan itu hidup kita bisa menjadi tempat penyimpanan anugerah keselamatan yang sudah kita terima selagi kita masih hidup di dunia. Dengan anugerah kekuatan yang berlimpah itu kita akan bisa menjalani hidup kita hari lepas hari dengan ketabahan dan keberanian sampai kita menjumpai Sang Pencipta di surga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s