Apa yang kita prioritaskan?

“Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11: 28

Hidup ini berat

Jika ada orang yang berharap bahwa pandemi COVID-19 ini akan segera berakhir, itu tentunya menunjukkan bahwa pandangan orang tersebut tidak realistis. Tetapi, memang ada orang yang merasa bahwa pandemi ini terlalu dibesar-besarkan. Malahan, ada orang yang yakin bahwa pandemi ini hanyalah sekedar tipu daya sekelompok orang yang berusaha mengambil keuntungan. Karena itu, banyak orang yang tidak mau menerapkan pedoman untuk menjaga jarak dan untuk menghindari penularan. Sebagai akibatnya, banyak negara saat ini mengalami pandemi babak kedua.

Mengapa hidup di zaman modern ini masih juga terasa sulit dan makin berat? Kemajuan teknologi, ekonomi, pengobatan, transportasi dan lain-lain, tidak dapat menutupi kemunduran sifat manusia. Justru dengan kemajuan teknologi, makin banyak manusia yang merasa bahwa hidup mereka ada di tangan sendiri. Mereka hanya hidup untuk mencapai kemegahan dan kenyamanan diri sendiri. Alkitab memang menulis bahwa hari-hari ini memang adalah masa yang sukar.

“Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.” 2 Timotius 3: 2-4

Hidup manusia terasa makin berat karena semakin banyak orang yang tidak mau lagi tunduk kepada Tuhan, sehingga mereka tidak lagi memperoleh bimbingan dan kekuatan dari Tuhan. Selain itu, ada banyak orang yang tidak lagi mau tunduk kepada pemerintah dan para pemimpin mereka. Mereka merasa bahwa hidup ada ditangan mereka sendiri dan harus bisa dinikmati tanpa memikirkan orang lain. Dengan demikian, banyak orang yang tidak hanya harus menderita karena dunia yang semakin padat, tetapi juga karena adanya orang-orang yang hidup semaunya sendiri.

Beban hidup setiap manusia sudah berat, apalagi jika mereka harus menanggung hasil perbuatan orang lain. Karena itu, mereka yang ingin hidup tenteram tidak akan mudah untuk mencapai tujuan hidupnya. Di tengah hingar-bingar dalam masyarakat, orang mudah kehilangan tujuan hidup yang baik dan terperosok kedalam kebingungan dan keputusasaan. Pada pihak yang lain, ada juga orang-orang yang lelah hidupnya karena selalu ingin menikmati apa yang ada seakan tidak ada hari esok.

Hari ini, jika kita merasa lelah dan berbeban berat, marilah kita meneliti hidup kita dalam semua seginya. Apa yang menjadi prioritas hidup kita seharusnya bisa membuat kita makin dekat kepada Tuhan. Jika hati dan pikiran kita selalu terikat kepada hal-hal duniawi, maka perlahan-lahan iman kita akan tergerus arus dosa sehingga tidak akan terasa lagi bahwa kita sudah menjauhi Tuhan sumber kekuatan kita. Dan oleh sebab itu, kita akan sering merasa lelah dan berbeban berat karena kita tidak mendapatkan kelegaan dari Tuhan. Marilah kita memasuki hari depan dengan prioritas hidup yang benar yaitu dengan selalu berjalan bersama Tuhan. Dengan itu, ketenangan hidup pasti akan datang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s