Tugas kewajiban di saat sulit

“Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.” 2 Petrus 1: 10

Berapa lama anda sudah menjadi orang Kristen? Percayalah, pertanyaan ini bersangkutan dengan bagaimana anda hidup di masa yang penuh tantangan sekarang ini. Jika anda tahu jawaban yang benar, hidup anda akan bisa berubah, dan anda akan menjadi lebih tabah dan lebih bisa bersukacita dalam segala keadaan. Pertanyaan ini sering dilontarkan orang dan mungkin dijawab dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran yang panjang. Kebanyakan orang mengartikannya sebagai jangka waktu dari saat dibaptis hingga sekarang. Namun, ada juga orang yang mengartikannya sebagai jangka waktu sejak ia menerima Yesus Kristus sebagai JuruselamatNya. Selain itu, ada juga orang yang berpendapat bahwa jangka waktu itu harus dihitung dari saat ia mengenal siapa Yesus itu. Semua jawaban itu boleh saja diberikan, walaupun semuanya bukan jawaban yang tepat. Mengapa demikian?

Menjadi orang Kristen adalah menjadi pengikut Kristus. Alkitab menyatakan bahwa di Antiokhialah murid-murid Yesus untuk pertama kalinya disebut Kristen (Kisah Para Rasul 11: 26). Dengan demikian, nama “Kristen” adalah sebutan yang diberikan orang kepada pengikut Yesus pada waktu itu, sekalipun mereka tentunya sudah menjadi pengikut Yesus sebelum sebutan itu ada. Sejak kapan orang menjadi Kristen sebenarnya bukanlah hal yang penting. Pengertian manusia tidaklah sama dengan apa yang dipikirkan Tuhan. Alkitab menyatakan bahwa setiap pengikut Kristus menjadi orang pilihan Tuhan sebelum mereka lahir. Tuhan yang memilih mereka, dan bukan mereka yang memilih Tuhan. Begitu juga kita adalah orang-orang yang sudah dipanggil dan dipilih oleh Tuhan untuk menerima pengampunan dan keselamatan, dan itu terjadi sebelum kita lahir.

“Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karuniaNya” Galatia 1: 15

Pengampunan dosa adalah kasih karunia Tuhan dan bukan hasil usaha kita sendiri. Kita tidak bisa menjadi pengikut Kristus melalui tindakan kita, karena kita tidak bisa memenuhi tingkat kekudusan yang ditentukan Tuhan. Walaupun demikian, rasul Petrus dalam ayat pembukaan di atas mengatakan bahwa setiap orang yang sudah dipilih Tuhan seharusnya menyambut panggilan dan pilihan Tuhan dengan hidup dan berperilaku yang baik. Khususnya, orang Kristen yang diselamatkan seharusnya mengonfirmasi keselamatan mereka, untuk diri mereka sendiri dan orang lain, dengan memiliki sifat-sifat yang dimiliki Yesus. Ini bukan berarti bahwa sifat baik seperti Yesus bukanlah ujian sulit yang harus kita lewati untuk mencapai keselamatan. Juga tidak menyiratkan bahwa keselamatan sudah diperoleh jika kita menunjukkan sifat-sifat ini.

Mereka yang telah dipilih oleh Allah dan dipanggil untuk beriman kepada Kristus, benar-benar dapat memiliki dan berlimpah dalam sifat-sifat ini dalam keadaan apa pun. Karena itu, mereka yang menunjukkannya memiliki kepercayaan diri yang baik dalam hubungan mereka dengan Kristus dan sesamanya. Mereka yang tidak, akan kurang percaya diri dalam menghadapi segala masalah yang harus mereka hadapi. Jika kita hidup karena hanya anak-anak Allah dalam Kristus yang diberi kuasa untuk hidup, kata Petrus, kita tidak akan memiliki alasan untuk meragukan atau tersandung oleh iman. Penggunaan kata “tersandung” bukan tentang kehilangan keselamatan. Dalam konteksnya, ini adalah hidup yang terbuang sia-sia, tidak produktif dan tidak efektif, hidup dalam kekuatiran dan ketakutan, yang seharusnya kita tinggalkan karena semuanya bukan apa yang diperlihatkan Yesus.

Bagaimana keadaan hidup anda di saat ini? Apakah adanya pandemi membuat hidup anda terasa kacau? Apakah anda merasa kuatir dalam menghadapi hari depan? Ataukah ada perasaan bahwa semua yang ada adalah sia-sia? Adakah ketakutan dalam hidup anda sehingga anda lupa bahwa anda adalah orang yang terpilih untuk menerima keselamatan sejak mulanya? Biarlah kita bisa berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjalani hidup kita supaya kita merasa makin yakin bahwa kita adalah orang yang terpanggil dan terpilih agar kita bisa tetap teguh dalam menghadapi hari-hari mendatang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s