Sekalipun kabar buruk ada dimana-mana

“Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.” Mazmur 112: 7

Adakah kabar baik yang disampaikan media saat ini? Mungkin tidak ada, atau jarang sekali ada. Apa yang muncul setiap hari umumnya kabar buruk, kabar celaka, sedangkan kabar baik yang ada seringkali palsu atau mengada-ada. Sebagai contoh, media memberitakan bahwa ada pertambahan jumlah orang yang tertular virus corona sebanyak 1000 orang, tetapi kabar baiknya adalah ada 500 orang yang sembuh pada hari yang sama. Tentu saja kabar baik yang benar-benar bisa dinikmati ialah jika tidak ada pertambahan jumlah orang yang tertular. Tidaklah mengherankan bahwa ada banyak orang yang tertipu dengan adanya berita baik yang sebenarnya adalah berita buruk. Dengan demikian, ada orang-orang yang mengabaikan bahaya penularan karena memandang enteng dampaknya. Sebaliknya, ada juga orang yang selalu merasa kuatir karena jarang adanya kabar yang benar-benar baik di saat ini.

Sebenarnya, apa yang kita alami saat ini bukanlah barang baru. Berbagai krisis sudah pernah dialami umat manusia pada waktu yang silam. Baik krisis pandemi, krisis moneter ataupun krisis politik yang besar pernah terjadi di dunia. Semua itu bisa menggoncangkan rasa percaya diri yang dimiliki orang, masyarakat maupun negara. Bagi orang percaya, adanya krisis seringkali diartikan sebagai peringatan untuk kembali memohon perlindungan dan kekuatan dari Tuhan, dengan iman melalui doa permohonan yang disampaikan kepadaNya. Umat Kristen sadar bahwa kerapkali krisis terjadi karena manusia yang mementingkan diri sendiri dan melupakan adanya Tuhan dan hukum-hukumNya.

“Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.” Pengkhotbah 3: 14

Umat Tuhan sadar bahwa Tuhan adalah Oknum yang mahakuasa dan mahasuci dan karena itu mereka percaya bahwa hidup manusia seharusnya dijalani dengan rasa takut kepada Tuhan. Rasa takut ini bukanlah rasa takut kepada Tuhan yang siap menghukum mereka; karena melalui pengurbanan Yesus, dosa mereka sudah diampuni. Tetapi rasa takut ini adalah rasa hormat kepada Dia yang berkuasa atas langit dan bumi. Umat percaya dengan demikian seharusnya memprioritaskan Tuhan dan firmanNya dalam hidup mereka. Adanya krisis bisa mengingatkan mereka bahwa Tuhanlah yang memegang kendali kehidupan dalam alam semesta.

Keyakinan bahwa Tuhan adalah mahakasih selalu ada pada setiap umat percaya. Jika Tuhan tidak mahakasih, pastilah Ia tidak mau mengurbankan AnakNya untuk menebus dosa umat manusia. Sebaliknya, bagi orang Kristen, Tuhan yang mahakuasa adalah Tuhan yang ingin agar setiap manusia yang percaya kepadaNya untuk tidak menemui kebinasaan, tetapi memperoleh hidup yang kekal. Bagi mereka yang percaya, apa yang terlihat menakutkan di dunia bukanlah sesuatu yang dapat membuat mereka gentar dan mundur dari iman kepada Tuhan.

Ayat pembukaan dari Mazmur di atas mengatakan bahwa barangsiapa percaya kepada Tuhan, ia tidak takut kepada kabar buruk, karena hatinya tetap penuh kepercayaan kepada Tuhan. Apa yang terjadi di dunia selalu ada dalam kendali Tuhan yang mahakuasa. Tidak ada satu peristiwa yang bisa terjadi tanpa seizin Tuhan. Dengan demikian, bagi umat Kristen, sekalipun mereka tidak mengerti apa arti semua yang terjadi, mereka tetap percaya akan kasih Tuhan. Tuhan kita adalah Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih, yang tidak pernah meninggalkan kita!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s