Yesus tetap beserta kita

“Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” Lukas 7: 23

Pernahkah anda kecewa? Tentu setiap orang pernah. Mungkin kita malu untuk memperlihatkan rasa kecewa kita kepada orang lain, tetapi dalam hidup ini selalu ada hal yang membuat kita kecewa. Mungkin itu karena hal yang kecil seperti baru-baru ini terjadi pada diri saya, ketika saya pergi ke warung yang sering saya kunjungi hanya untuk menjumpai tempat makan itu sudah ditutup gara-gara lockdown yang baru-baru ini dijalankan pemerintah.

Kekecewaan biasanya terjadi jika orang tidak memperoleh apa yang diharapkan. Mereka kecewa karena apa yang seharusnya terjadi, ternyata tidak terjadi. Dan pada saat ini tentunya banyak orang yang kecewa karena adanya pandemi sudah membuat banyak rencana manusia menjadi berantakan. Bukan saja itu menyangkut kegiatan sekolah, pekerjaan dan usaha, kekecewaan juga terjadi dalam bidang sosial dimana orang tidak dapat lagi dengan bebas mengunjungi sanak dan teman ataupun pergi ke tempat pesiar. Tetapi semua itu tentunya tidak dapat dibandingkan dengan kekecewaan yang terjadi karena kehilangan orang yang dicintai karena virus corona. Kekecewaan yang besar mungkin datang karena apa yang seharusnya tidak terjadi kemudian terjadi.

Siapakah yang bersalah jika ada rasa kecewa? Umumnya orang yang kecewa mempersalahkan orang lain atau hal-hal tertentu yang membuatnya kecewa. Sekalipun ada kesalahan yang dibuat sendiri, rasa kecewa sering muncul dengan mempertanyakan mengapa semua itu terjadi? Mengapa orang lain agaknya tidak mengalami persoalan yang kita alami? Mengapa hidup ini terasa tidak adil? Mengapa tidak ada seorang pun yang menaruh belas kasihan atau menolong? Dan untuk puncaknya, orang mungkin mengeluh mengapa Tuhan seakan melupakan dirinya.

Ayat di atas diucapkan Yesus setelah mendengar bahwa Yohanes Pembaptis menyuruh muridnya untuk bertanya kepada Yesus, apakah Yesus adalah Mesias yang sudah dinanti-nantikan umat Israel. Sekalipun Yohanes mendengar bahwa Yesus sudah melakukan perbuatan yang ajaib, ia ingin mendapatkan kepastian dari mulut Yesus sendiri. Yesus menjawab bahwa mereka yang tidak kecewa dan menolak Dia adalah orang-orang yang berbahagia. Apa maksud Yesus? Apakah Ia merasa bahwa Yohanes sudah kecewa dan tidak percaya kepadaNya? Sudah tentu tidak.

Yohanes tidak kecewa ataupun bermaksud untuk menolak Yesus. Sebaliknya, Yohanes yang sudah mendengar bahwa Yesus mempunyai kuasa yang besar, ingin memastikan bahwa Yesus adalah benar-benar Mesias yang dinantikannya. Yohanes tidak ingin kecewa atau dikecewakan. Bagaimanapun juga Yohanes adalah manusia yang tidak sempurna seperti kita. Yesus kemudian menjawab bahwa orang yang tidak hidup dalam kesangsian akan keilahianNya adalah orang yang berbahagia. Orang Kristen yang tidak ragu-ragu akan kemahakuasaan dan kebesaran kasih Yesus adalah orang yang berbahagia.

Pada saat yang sulit saat ini, tentu banyak orang Kristen yang seperti Yohanes, bertanya-tanya apakah Yesus adalah Tuhan yang bisa mereka harapkan. Sudah terlalu banyak hal-hal yang mengecewakan kita dan kita mungkin ingin memastikan bahwa Yesus tetap adalah Tuhan yang mampu dan mau menolong umatNya. Sebagai orang pilihan Tuhan, kita tidak dapat menolak Dia atau kehilangan iman. Tetapi kata ‘menolak” di sini bisa diartikan bahwa kita meragukan bahwa Ia adalah Tuhan yang masih menyertai kita dalam setiap keadaan. Karena kita tidak ingin goncang dalam hidup karena adanya badai yang sekarang melanda kehidupan, kita bertanya kepada Tuhan: “Apakah Engkau masih menyertaiku, Tuhan?”. Yesus dengan pasti menjawab bahwa mereka yang tetap percaya kepadaNya tidak akan dikecewakan. Berbahagialah orang yang tidak meragukan Dia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s