Rencana Tuhan pasti akan terjadi

“TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun. Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilihNya menjadi milikNya sendiri!” Mazmur 33: 10 – 12

Esok hari, tanggal 15 Augustus, adalah hari berakhirnya perang dunia kedua dengan menyerahnya Jepang pada tahun 1945. Walaupun demikian, secara resmi Jepang baru menandatangani surat menyerah di atas kapal USS Missouri pada tanggal 2 September 1945.

Perang dunia kedua dimulai di Eropa pada tanggal 1 September 1939 ketika tentara Jerman menyerbu memasuki Polandia. Ribuan tentara dan penduduk Polandia menjadi korban keganasan tentara Jerman pada waktu itu. Jepang kemudian ikut memasuki perang dunia pada bulan September 1940 dan menyerang Pearl Harbor pada tanggal 7 Desember 1941. Inilah yang menyebabkan Amerika ikut memasuki perang besar ini.

Dengan berakhirnya perang dunia kedua, Amerika dan Rusia menjadi negara adikuasa dan Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) serta negara Israel kemudian terbentuk.  Bagaimana perang yang terbesar di dunia itu bisa terjadi dan kemudian berakhir dengan hancurnya Hitler dan sekutunya, adalah sesuatu yang sulit untuk dibayangkan. Lebih sulit lagi untuk memikirkan apa yang Tuhan kerjakan selama berlangsungnya perang itu.

Adakah peranan Tuhan dalam hidup manusia dan apa yang dilakukanNya dalam menghadapi segala rencana bangsa-bangsa? Ayat di atas menulis bahwa  Tuhan menggagalkan rencana bangsa-bangsa, tetapi rencanaNya tetap selama-lamanya; rancangan hatiNya turun-temurun. Jelaslah bahwa Tuhan mempunyai rencana tertentu untuk seisi bumi dan jika ada bangsa-bangsa (orang-orang) yang berusaha untuk merencanakan sesuatu yang bertentangan dengan kehendakNya, Tuhan akan menghancurkan rencana-rencana itu. Bagi Tuhan, apa yang tidak sesuai dengan rencanaNya adalah sesuatu yang jahat dan buruk, dan Ia tidak akan memperbolehkan itu terjadi. Sebaliknya, apa yang dirancang Tuhan pasti terjadi sekalipun manusia berusaha menggagalkannya.

Benarkah bahwa Tuhan tetap bekerja mengatur semua orang dan semua bangsa di dunia sampai saat ini? Melihat keadaan dunia sekarang yang kacau-balau karena adanya pandemi COVID-19, mungkin ada orang yang menyangka bahwa Tuhan sedang tidur, dan bahkan ada orang yang percaya bahwa Tuhan sudah mati. Bagi kita umat Kristen, ini adalah sesuatu yang tidak dapat diterima.

Ayat di atas menegaskan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang berkuasa. Sebagai Tuhan pemilik alam semesta, memang tidak ada yang bisa melarangNya untuk lebih mengasihi negara, bangsa dan orang tertentu. Walaupun demikian, dalam Perjanjian Lama Tuhan mengistimewakan Israel untuk maksud tertentu, bukan untuk keselamatan. Dari Galatia 3: 28 kita tahu bahwa dalam Yesus semua orang yang percaya akan diselamatkan. Dengan demikian, berbahagialah bangsa-bangsa (orang-orang) yang percaya kepada Tuhan, karena mereka yang dipilihNya menjadi milikNya sendiri. Mereka yang percaya kepadaNya akan diselamatkan, dan siapa pun yang hidup sesuai dengan firmanNya adalah orang-orang yang berbahagia.

Apa yang bisa kita pelajari dari perang dunia kedua adalah  adanya bangsa-bangsa (orang-orang) yang mengakui adanya Tuhan, tetapi tidak mau menaati perintahNya. Pada zaman ini, keadaan tetap saja seperti itu,  banyak bangsa (orang-orang) mengaku bahwa Tuhan itu ada tetapi dalam kenyataannya mereka tidak percaya kepada Tuhan yang sudah mengirim AnakNya, Yesus Kristus, untuk menebus dosa manusia. Hanya melalui darah Kristus, manusia bisa ditebus dari belenggu dosa dan menjadi milik Tuhan sepenuhnya. Hanya mereka yang menjadi milikNya akan menjadi milik Yesus dan menerima kebahagiaan kekal sebagai karunia Tuhan.

“Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milikMu dan segala milikKu adalah milikMu dan milikMu adalah milikKu, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.” Yohanes 17: 9 – 10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s