Diberkati karena iman

“Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.” Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. Galatia 3: 8 – 9

Dalam keadaan dunia saat ini, banyak negara mengalami masalah serius. Tidak hanya masalah kesehatan yang disebabkan oleh pandemi, tetapi juga berbagai dampaknya yang sekarang sudah menyangkut berbagai hal seperti ekonomi, keamanan dan pendidikan. Baik negara besar maupun kecil, sekarang harus berusaha keras untuk mengatasi berbagai masalah yang bisa mempengaruhi kehidupan rakyatnya dalam tahun-tahun mendatang.

Di antara banyak negara di dunia, kita bisa melihat bahwa tiap negara mengalami persoalan yang berbeda. Sebagian mengalami persoalan yang sangat besar, yang terlihat jauh lebih parah daripada yang lain. Sebaliknya, sebagian yang lain kelihatannya tidak mengalami masalah yang terlalu besar. Bagi orang yang melihat adanya perbedaan yang terjadi di antara berbagai negara, mungkin ada pertanyaan mengapa hal itu bisa terjadi. Bagi orang yang beragama, pertanyaan yang sudah ada sejak dulu, sekarang muncul lagi: mengapa Tuhan kelihatannya lebih memberkati negara yang satu daripada yang lain? Apakah Tuhan lebih menyayangi negara-negara tertentu?

Dalam kitab Perjanjian Lama dikatakan bahwa bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan. Bangsa Israel adalah bangsa yang dibebaskan Tuhan dari perbudakan di tanah Mesir. Banyak bangsa lain yang mengalami hukuman Tuhan karena mereka berusaha mengganggu dan bahkan menghancurkan bangsa Israel pada waktu itu. Dengan demikian, dapatlah dimengerti banyak orang yang sampai sekarang menganggap bangsa Israel adalah tetap merupakan pilihan Tuhan: bangsa ini dikasihi Tuhan lebih dari bangsa lain. Tuhan sudah pilih kasih, dan itu nampaknya tidak adil, tetapi itu semata-mata hakNya. Begitu mungkin orang berpikir.

Alkitab memang menyatakan bahwa bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan. Tetapi bangsa ini dipilih untuk memenuhi rancangan penyelamatan Tuhan, bukan untuk diselamatkan. Ayat di atas menyatakan bahwa Allah menyelamatkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman. Kita yang bukan termasuk bangsa Yahudi menjadi orang yang diselamatkan melalui darah Kristus. Siapa pun orangnya, ia akan diselamatkan jika mempunyai iman kepada Yesus Penebus.

Di dunia, kita mungkin bisa melihat bahwa ada bangsa-bangsa dan negara-negara yang mempunyai tingkat ekonomi, teknologi dan sosial yang lebih baik dari bangsa atau negara lain. Hal ini tentunya terjadi sesuai dengan rancangan Tuhan. Tetapi, ini tidak berarti bahwa Tuhan memilih negara-negara tertentu menjadi favoritNya. Tuhan mempunyai rencana tertentu di dunia dan adalah hakNya jika Ia memilih bangsa atau negara tertentu untuk berperan dalam rencanaNya di dunia.

Bangsa-bangsa (orang-orang) yang dipilih Tuhan adalah orang-orang yang percaya kepada Kristus. Mereka adalah orang-orang yang sudah dselamatkan melalui penebusan darah Yesus di kayu salib. Mereka adalah orang-orang berdosa yang sudah diampuni oleh Tuhan dan bebas dari kematian abadi. Umat Tuhan mungkin saja tidak mempunyai hidup senyaman mereka yang tidak percaya kepada Tuhan. Umat Tuhan mungkin saja harus menderita karena iman mereka. Tetapi semua itu terjadi selama hidup di dunia, dalam hidup jasmani.

Ayat di atas menyebutkan bahwa sebagai orang percaya kita sudah terbilang keturunan Abraham dalam hal rohani, yaitu dalam menerima janji keselamatan yang datang melalui Yesus Kristus (Galatia 3: 29). Bani Israel sudah dipilih untuk melaksanakan rencana Tuhan, termasuk kelahiran Yesus di dunia. Tetapi setelah itu, bangsa Israel sendiri yang menyebabkan Yesus disalb dan bahkan menolak Yesus sebagai Juruselamat atau Mesias. Dengan demikian, secara rohani bangsa Israel bukanlah orang-orang pilihan Tuhan. Orang Kristenlah yang menjadi orang pilihan Tuhan karena itulah yang dikehendakiNya.

Hari ini, jika kita menyadari bahwa kita sudah diangkat menjadi keturunan Abraham dalam hal menerima warisan keselamatan, haruslah kita hidup dalam sukacita. Sekalipun keadaan di sekeliling kita nampaknya tidak nyaman secara jasmani, itu bukanlah menunjukkan bahwa Tuhan tidak mengasihi kita. Sebaliknya, apa yang terlihat secara jasmani tidak dapat dibandingkan dengan kasih Allah yang sudah sudah memilih kita untuk diselamatkan secara rohani. Karena itu, keadaan jasmani apa pun yang saat ini kita alami tidak akan menutupi kebahagiaan kekal yang kita miliki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s