Mengapa harus mengalami banyak sengsara?

Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.” Kisah Para Rasul 14: 22

Masihkah ayat di atas berlaku di zaman ini? Sebagian orang Kristen mungkin setuju bahwa dalam hidup, mereka sering mengalami tantangan dan bahkan kesengsaraan. Tetapi, sebagian lagi percaya bahwa ayat itu hanya berlaku untuk murid-murid Kristus pada waktu itu, ketika mereka mulai dikenal masyarakat. Malahan, ada orang Kristen yang percaya bahwa sebagai anak-anak Tuhan yang mahakuasa, kita tidak sepantasnya untuk mengalami kesengsaraan. Orang Kristen seharusnya adalah orang-orang yang diberkati, sukses, bahagia dan nyaman hidupnya.

Mereka yang hidup di negara yang maju, mungkin merasa hidupnya lebih baik daripada mereka yang hidup di negara lain. Mereka yang sukses usahanya, tentunya merasa bahwa hidup mereka tidaklah seberat hidup orang lain. Bagi mereka, bunyi ayat di atas mungkin terasa asing karena hidup mereka terasa cukup aman dan nyaman. Walaupun demikian, dengan adanya pandemi sekarang ini mungkin banyak orang Kristen yang sadar bahwa hidup ini banyak masalahnya. Manusia adalah kecil jika dibandingkan dengan tantangan kehidupan, dan orang Kristen tentu bisa mengalami berbagai kesengsaraan.

Mengapa ada orang-orang Kristen yang tidak menyadari bahwa dalam hidup ini ada banyak kesengsaraan yang harus dialami? Mungkin hidup mereka hanya terpusat pada diri sendiri. Jika perhatian mereka hanya terpusat pada kebutuhan sendiri, memang mungkin mereka tidak peka akan keadaan di sekeliling atau keadaan orang lain. Mereka tidak sadar bahwa apa yang bisa membuat Yesus sengsara jika Ia hidup di dunia saat ini, seharusnya juga bisa dirasakan sebagai kesengsaraan oleh mereka. Itu jika mereka benar-benar beriman kepadaNya.

Yesus merasakan berbagai kesengsaraan dan ketidakadilan selama Ia hidup di dunia. Tidak hanya merasa lapar dan haus, Ia juga pernah diancam, diserang, disiksa dan bahkan dibunuh. Lebih dari itu, Ia ikut merasakan kesengsaraan orang lain yang haus, lapar, sakit dan yang tidak mengerti arti kehidupan. Ia merasa sedih melihat adanya begitu banyak manusia yang seperti domba tanpa gembala. Kesengsaraan manusia adalah kesengsaraanNya. Karena itu Ia mau mengurbankan diriNya untuk menebus manusia.

Dalam hidup, barangkali kita sering kurang bisa merasakan kesengsaraan yang ada di sekitar kita. Kita jarang memikirkan apa yang dialami orang Kristen di tempat lain. Berbeda dengan Kristus, banyak orang Kristen tidak mau merasakan kesengsaraan orang lain atau menolong mereka. Pada pihak yang lain, sebagai orang Kristen kita seharusnya mengerti sepenuhnya bahwa dalam dunia ada banyak kesengsaraan baik yang bersifat jasmani maupun rohani.

Sebagai orang Kristen seharusnya kita merasa sengsara karena ada banyak orang yang tidak mengenal kasih Kristus. Sebagai umatNya, kita merasa sengsara karena nama Tuhan tidak dipermuliakan di tempat kita hidup. Kita juga merasa sengsara karena orang Kristen tidak bebas mengabarkan kabar baik tentang keselamatan kepada mereka yang haus akan kebenaran. Adanya orang-orang yang memusuhi umat Tuhan terlihat makin hari makin banyak jumlahnya. Hidup di dunia ini tidak nyaman dan orang yang benar-benar beriman tentunya rindu untuk ke surga. Walaupun demikian, bagi orang beriman adanya kesengsaraan di dunia itu perlu karena itu membuatnya bergantung pada kasih Allah. Semoga kita tetap bisa bertahan dalam iman pengharapan kita!

Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Roma 5: 3-5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s