Menjadi murid yang dewasa

“Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Ibrani 12: 5 – 6

Sebagai seorang dosen, saya kadang-kadang merasa bahwa sikap mahasiswa kepada para dosen adalah sangat berbeda dengan sikap murid sekolah kepada guru-guru mereka. Mahasiswa seringkali kurang mempunyai rasa hormat atau segan kepada dosen, dan kadangkala justru menentang atau membantah instruksi dosen. Dalam hal ini, ada orang yang berpendapat bahwa itu disebabkan karena dosen mengajar mahasiswanya, sedangkan guru mendidik muridnya. Walaupun demikian, sebagai dosen saya tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik para mahasiswa saya untuk menjadi warga negara dan tenaga profesional yang baik etikanya. Bagi saya, mahasiswa adalah murid yang sudah dewasa dan mengerti akan kewajiban dan tanggung jawabnya.

Sebagai murid atau mahasiswa, adanya tugas dan ujian merupakan hal yang tidak menyenangkan. Tidak hanya mereka harus mempelajari semua teori yang sudah diajarkan, mereka juga harus memakainya untuk menyelesaikan tugas dan ujian mereka. Semua itu adalah tantangan untuk bisa mencapai hidup yang baik di masa depan. Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan, begitu kata orang yang bijaksana.

Dengan contoh diatas, kehidupan orang Kristen juga bisa dibayangkan seperti kehidupan murid sekolah atau mahasiswa. Seperti tidak ada murid yang tidak menghadapi ujian untuk bisa lulus, begitu juga dalam hidup ini, kita harus menghadapi berbagai ujian agar kita bisa menjadi orang Kristen yang dewasa dan teguh beriman.

Memang ada banyak orang Kristen yang mengajarkan bahwa hidup anak-anak Tuhan seharusnya penuh kebahagiaan dan berkat, tetapi pandangan semacam itu adalah serupa dengan seorang murid yang mendapat sebuah ijazah walaupun tidak belajar. Sesuatu yang tidak masuk di akal, dan sesuatu yang tidak bisa dibenarkan.

Walaupun demikian, di dunia ini memang ada orang-orang yang mengaku sebagai sarjana ini dan itu, tetapi hanya bermodalkan ijazah palsu. Demikian juga ada orang yang mengaku orang Kristen, tetapi dari hidupnya terlihat bahwa ia belum pernah mendapat didikan Tuhan dan bahkan mungkin belum mengenal Tuhan.

Dari kemampuan seorang pekerja perusahaan dalam menghadapi persoalan kita bisa melihat pengetahuan dan pengalamannya. Begitu juga dengan melihat bagaimana orang Kristen menghadapi tantangan kehidupan, kita bisa melihat pengetahuan dan pengalamannya dalam hal menjadi pekerja Tuhan.

Memang menjadi pengikut Tuhan tidak hanya harus mengenal Dia dan firmanNya, tetapi harus juga bisa melaksanakannya. Karena iblis pun mengenal siapa Tuhan itu dan tahu setiap ayat dalam Alkitab, tetapi ia tidak pernah mau melaksanakan firman Tuhan. Dengan demikian, mereka yang mengaku sebagai anak Tuhan tetapi tidak mau atau tidak bersedia menghadapi kesukaran dalam hidup, belumlah sadar bahwa Tuhan sebagai Bapa adalah Tuhan yang mendidik semua anak-anakNya untuk bisa kuat menghadapi semua ujian kehidupan.

Pagi ini, jika kita merasa bahwa hidup kita sangat berat dan seakan Tuhan jauh dari kita, biarlah kita boleh sadar bahwa Tuhan tidak pernah melupakan atau mengalihkan pandangan mataNya dari semua anak-anakNya. Karena adanya Bapa yang mau mendidik kita untuk menjadi dewasa dalam iman, kita harus menghadapi berbagai ganjaran dalam hidup, agar makin hari kita makin dekat kepadaNya.

“Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.” Ibrani 12: 11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s