Tetaplah bertahan dalam iman

“Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.” Ibrani 6: 11 -12

Hari ini berita media di Australia mengabarkan terjadinya resesi di negara ini. Memang hal ini sudah bisa diterka sejak beberapa bulan yang lalu, tetapi data ekonomi hari ini benar-benar menunjukkan bahwa ekonomi sudah mundur sebanyak 7% sejak bulan Juni. Ini adalah rekor kemunduran ekonomi yang terburuk sejak tahun 1974 dan merupakan resesi pertama sejak tahun 1991. Apa yang terjadi membuktikan bahwa COVID-19 membuat rakyat mengurangi pengeluaran uang dan pembelian barang dan karena itu banyak perusahaan yang gulung tikar atau merugi. Bagaimana negara ini bisa bertahan di masa depan adalah suatu tanda tanya besar.

Siapakah yang tidak kuatir dengan keadaan dunia saat ini? Bukan saja adanya pandemi membuat orang menjadi sangat tertekan, keadaan ekonomi dunia yang makin memburuk bisa menyebabkan banyak orang yang akan jatuh dibawah garis kemiskinan. Hidup manusia di dunia ini memang tidak mudah. Kesukaran hidup, halangan, penyakit, kekurangan dan berbagai penderitaan lainnya bisa terjadi pada diri siapa pun. Bagi banyak orang Kristen, adanya beban hidup yang besar bisa membuat mereka menjadi lamban dan kurang bersemangat untuk hidup dalam iman.

Dalam perjalanan hidup yang panjang, memang orang sering sulit untuk membayangkan kapan semua masalah yang ada bisa diakhiri dengan kemenangan. Begitu juga ada banyak orang Kristen yang kemudian menjadi mundur dalam iman karena adanya kekuatiran dan kesulitan yang tidak teratasi. Mereka mudah terbenam dalam keraguan, kesusahan dan ketakutan. Tetapi, ayat di atas mengingatkan kita bahwa dalam kesulitan saat ini kita harus bisa melihat mereka yang sudah bertahan dalam iman dan menang dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Dalam 1 Korintus 9: 24 Paulus menulis bahwa perjalanan hidup orang Kristen adalah mirip dengan apa yang dihadapi seorang atlit. Dalam sebuah pertandingan ada banyak peserta yang berlari, tetapi hanya satu orang saja yang mendapat hadiah. Dengan demikian, setiap orang Kristen juga harus tetap bersemangat dalam hidup yang memuliakan Tuhan, sehingga ia pada akhirnya dapat memperoleh hadiah kemuliaan di surga.

Bagaikan seorang pelari maraton, kita mungkin sering menghitung-hitung jumlah kilometer yang masih ada di depan kita dan merasa kuatir apakah kita sanggup untuk mencapai garis finis. Tetapi, kita bisa melihat begitu banyak umat Tuhan yang berlari terus dan bertahan hingga akhir. Itu bukan karena daya tahan mereka sendiri, tetapi karena adanya Tuhan yang memberi iman dan kesabaran. Bagaimana dengan diri kita? Biarlah kita bisa mencontoh mereka yang sudah menang dengan selalu memohon penyertaan Tuhan!

“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Filipi 3: 13 – 14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s