Hidup harus tetap berjalan terus

“Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri.” 2 Tesalonika 3: 11 – 12

Keadaan dunia saat ini memang menguatirkan. Di berbagai negara, Covid-19 masih belum dapat diatasi, namun rakyat sudah tidak mau terus hidup dalam suasana lockdown. Karena itu, di beberapa negara mulai muncul demonstrasi-demonstrasi anti PSBB. Mereka yang sudah jemu tinggal di rumah dan tidak bisa kemana-mana, kemudian menuntut kebebasan. Memang, karena banyak orang harus hidup seperti burung-burung dalam sangkar, tidak dapat dihindari bahwa ketegangan dalam keluarga atau di antara teman serumah dan bahkan teman segereja mudah terjadi.

Dalam keadaan normal, suami dan istri umumnya harus mengerjakan tugas masing-masing dan anak-anak pergi ke sekolah. Karena itu tiap orang mempunyai kebebasan untuk mengerjakan tugas sehari-harinya dan tidak perlu terganggu orang lain. Karena adanya keharusan untuk bekerja dari rumah atau karena hilangnya pekerjaan, orang mungkin merasakan adanya ketegangan yang diakibatkan oleh mereka yang tinggal serumah. Mungkin itu terjadi karena adanya teguran, campur-tangan atau ucapan orang lain. Manusia memang makhluk sosial, tetapi tetap membutuhkan saat untuk menyendiri guna menjalankan tugas atau kegiatannya.

Adanya pandemi bisa menimbulkan iritasi di antara orang-orang yang “terkurung” dalam satu tempat. Kejenuhan dan kebosanan bisa membuat orang mudah tersinggung atau naik darah. Pada pihak yang lain, kurang adanya aktivitas cenderung membuat orang untuk “usil” dan mencampuri urusan orang lain. Dengan demikian, keadaan saat ini bisa mempengaruhi hubungan antar manusia, termasuk hubungan keluarga dan keharmonisan suami dan istri.

Paulus mengutarakan dalam ayat di atas bahwa ia tahu adanya orang-orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Orang-orang yang demikian ia ingatkan dan nasihati agar mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian dapat mencapai hasil yang baik. Peringatan Paulus ini bukan saja dalam hal bekerja untuk mencari rezeki, tetapi juga berlaku dalam pekerjaan dan tugas apa pun yang Tuhan berikan kepada kita.

Adanya pandemi memang bisa membuat orang kurang bersemangat untuk mencari apa yang baik dan apa yang bisa dikerjakan untuk menghasilkan sesuatu yang berguna untuk dirinya sendiri, untuk orang lain dan untuk kemuliaan Tuhan. Keadaan ekonomi dan sosial memang bisa membuat orang Kristen yang dulunya rajin bekerja untuk menjadi apatis atau mencari-cari hal lain yang merupakan pelarian dari rasa bosan. Tidaklah mengherankan bahwa sikap yang sedemikian bisa membuat orang lain merasa tertekan ataupun terganggu. Mereka yang kehilangan arah memang cenderung untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna dan bersikap negatif terhadap orang di sekitarnya.

Hari ini firman Tuhan mengingatkan kita bahwa ada 24 jam dalam sehari. Ini tidak berubah sekalipun kita bekerja di rumah atau di tempat lain. Hari-hari kita adalah milik Tuhan dan diberikan kepada kita untuk digunakan dengan produktif, untuk menghasilkan apa yang baik untuk diri kita, untuk orang lain dan untuk Tuhan. Dalam semua keadaan, Tuhan selalu memberikan waktu yang sama untuk kita pakai dengan bijaksana. Tetaplah bersemangat untuk memuliakan Tuhan pada setiap waktu dan dalam segala keadaan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s