Yesus adalah Raja

Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suaraKu.” Yohanes 18: 37

Siapakah Yesus itu? Bagi mereka yang tidak mengenal Yesus secara pribadi, Yesus mungkin adalah manusia yang istimewa, yang bijaksana dan sudah mengajarkan cara hidup yang baik seperti banyak filsuf dan tokoh spiritual yang lain. Yesus bagi mereka bukanlah Tuhan, tetapi mungkin adalah nabi yang besar. Kebingungan seperti ini bukanlah hal yang baru, karena sewaktu Yesus lahir di dunia, orang tidak sadar bahwa Ia adalah Tuhan sendiri, Mesias yang datang untuk menyelamatkan manusia yang berdosa.

Orang Majus dan Herodes menyangka bahwa Yesus adalah seorang raja yang datang untuk bani Israel, dan banyak orang Israel juga berharap bahwa Ia akan menjadi pemimpin yang akan membebaskan bangsa Israel dari jajahan orang Romawi. Mereka kemudian kecewa melihat bahwa Yesus kemudian disalibkan bersama dengan dua orang penjahat.

Sebelum Yesus disalbkan, Ia harus menghadapi “pengadilan” Pilatus. Pilatus bertanya apakah Yesus adalah seorang raja, seperti apa yang diberitakan banyak orang kepadanya. Yesus tidak menjawab Pilatus secara langsung, tetapi Ia seolah mengiyakannya. Walaupun demikian, Yesus menjelaskan bahwa Ia lahir dan datang ke dalam dunia supaya Ia bisa memberi kesaksian tentang kebenaran Ilahi, agar mereka yang percaya kepadaNya akan beroleh keselamatan. Yesus bukanlah raja orang Yahudi, tetapi Raja semesta alam.

Bagi banyak orang Yahudi saat itu, kenyataan bahwa Yesus bukanlah “orang kuat” seperti apa yang diharapkan adalah sebuah kekecewaan yang besar. Bagi orang Farisi dan Saduki, pernyataan Yesus bahwa Ia dan Allah Bapa adalah satu membuat mereka marah dan membenci Dia (Yohanes 10: 30-31).

Pada saat itu bangsa Israel tidak mengerti bahwa kerajaan Yesus bukanlah kerajaan jasmani atau duniawi, tetapi adalah kerajaan rohani dan surgawi. Ia datang sebagai Tuhan hanya untuk disalibkan oleh manusia ciptaanNya dan kemudian bangkit dari kematian untuk menunjukkan bahwa Ia berkuasa atas segala sesuatu, termasuk hal hidup dan mati.

Jawab Yesus: “KerajaanKu bukan dari dunia ini; jika KerajaanKu dari dunia ini, pasti hamba-hambaKu telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.” Yohanes 18: 36

Patut disayangkan bahwa banyak orang yang saat ini masih meragukan keilahian Yesus. Bahkan sebagian orang menganggap bahwa jika orang Kristen memuja Yesus, itu adalah sebuah tindakan yang menghujat Allah yang di surga. Sebagian orang malahan tidak yakin apa manfaat sebuah doa yang dipanjatkan dalam nama Yesus. Mereka tidak sadar bahwa Yesus yang pernah berjalan di atas air dalam kegelapan malam (Matius 14: 25) adalah Allah yang sebagai Roh melayang-layang di atas permukaan air sebelum bumi diciptakan – ketika bumi belum berbentuk dan kosong gelap gulita (Kejadian 1: 2).

Yesus adalah Allah yang turun ke bumi sebagai manusia sepenuhnya tetapi juga sebagai Tuhan sepenuhnya. Seperti Allah yang membawa terang ke bumi dengan penciptaanNya, Yesus membawa terang kebenaran kepada umat manusia agar mereka bisa melihat jalan keselamatan.

Dimanakah Yesus sekarang ini, ketika dunia mengalami pandemi? Jika Ia benar-benar Tuhan mengapa Ia tidak bertindak secara langsung dan menolong kita? Sebagai orang Kristen kita tidak bisa berharap kepada manusia atau pemimpin kita. Jika kita berharap kepada kehendak kita sendiri, mungkin kita akan mengalami kekecewaan seperti apa yang dialami bangsa Yahudi. Dalam kekecewaan, orang Yahudi sulit untuk menerima bahwa Yesus adalah Tuhan semesta alam.

Yesus sekarang sudah kembali ke surga dan sebagai Tuhan Ia mengatur segala sesuatu yang ada di jagad raya. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan rencanaNya. Seperti orang Yahudi pada zaman Yesus, mungkin kita tidak mengerti apa yang kehendakiNya. Tetapi Yesus sudah berfirman bahwa Ia datang ke dunia untuk membawa kebenaran Allah. Sebagai orang yang sudah diperbaharui dan mengenal Yesus sebagai Tuhan, kita akan bisa mendengar suaraNya. Yesus adalah Tuhan dan Raja kita, dan Ia tidak akan meninggalkan kita.

“Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam BapaKu dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” Yohanes 14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s