Jangan sampai tertipu

“Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.” 2 Korintus 11: 3

Membaca surat kabar mengenai hal vasin Covid-19, mau tidak mau saya menghela nafas. Di berbagai negara, dijumpai banyak orang yang tidak mau menerima suntikan vaksin Covid-19 jika vaksin itu sudah tersedia. Memang ada banyak berita-berita miring yang menyebabkan orang ragu untuk mempercayai guna dan keamanan vaksin. Ada berita yang menyebarkan berita bahwa virus corona itu sebenarnya tidak ada, dan ada pula hoax yang menyatakan bahwa orang justru bisa terkena Covid-19 kalau disuntik vaksin. Saya kuatir kalau-kalau banyak orang yang tertipu oleh berbagai ajaran yang keliru dari orang-orang yang mengaku berjabatan dokter atau pakar kesehatan.

Seperti keadaan di zaman ini, Rasul Paulus dalam ayat diatas menyatakan kekuatirannya atas kemungkinan bahwa jemaat Kristen di Korintus diperdayakan oleh beberapa pengajar yang menyesatkan mereka dari ajaran yang benar. Pengajar-pengajar yang sesat itu diumpamakan seperti ular, si iblis,  yang dengan kelicikannya  sudah membuat Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa di taman Eden.

Ada tiga hal yang penting yang bisa kita simak dari ayat itu. Yang pertama, tiap orang Kristen masih bisa dan mungkin malah sering diserang oleh iblis. Kedua, iblis sering muncul dalam bentuk yang penuh pesona sehingga orang yang tidak awas akan terjebak. Dan yang ketiga, iblis sering muncul pada tempat dan waktu yang tidak terduga, selagi umat Tuhan lengah atau lemah.

Bagaimana iblis berusaha memperdayai umatNya di Korintus? Korintus adalah kota niaga yang cukup besar dan karena itu banyak orang datang dari berbagai tempat. Dengan itu, Korintus dari mulanya mudah sekali menerima budaya atau agama lain, mungkin melalui praktek toleransi agama dan multikulturalisme yang sering didengung-dengungkan saat ini. Diantara berbagai ajaran diluar agama Kristen yang bisa melemahkan dan bahkan menyesatkan orang Kristen pada waktu itu dan juga sering ditemui sampai saat ini adalah ajaran bahwa keselamatan adalah berdasarkan apa yang kita perbuat dalam hidup, dan ajaran bahwa pedoman hidup baik adalah berdasarkan pikiran sehat manusia.

Di zaman ini banyak manusia yang tidak puas dengan ajaran Kristen yang menyatakan bahwa keselamatan adalah semata-mata adalah karunia Tuhan. Mereka kemudian mengikuti ajaran lain yang menekankan humanisme, yang mengajarkan bahwa keselamatan manusia ada di tangan mereka sendiri, yang harus melakukan hal-hal tertentu untuk mencapai surga. Selain itu, ada berbagai pengajar yang mengajarkan bahwa hidup bahagia dapat dicapai dengan cara-cara tertentu, yang  membuat orang memperoleh kepercayaan diri untuk bergantung kepada kekuatan dan jalan pikirannya sendiri dan bukannya kepada Tuhan.

Iblis juga sering muncul pada saat dan keadaan dimana umat Kristen mengalami kelengahan atau kesulitan. Bagi sebagian orang, kelengahan terjadi ketika segala sesuatu berjalan lancar dan hidup terasa nikmat. Pada saat itu kesadaran akan Tuhan dan kasihNya mungkin menjadi samar karena orang lebih tertarik untuk menghabiskan waktunya untuk menikmati hidupnya. Selain itu, mudah bagi mereka untuk merasa bahwa Tuhan pastilah menyukai cara hidup mereka. Kelengahan juga bisa terjadi dalam keadaan yang sulit dan penuh perjuangan. Ketika keadaan yang menekan lagi menguasai hidup, orang menjadi terlalu sibuk berusaha melewati hari-harinya dengan rasa tegang, kuatir atau kecewa. Pada saat-saat dimana manusia lagi lemah seperti itu, iblis bekerja lebih giat untuk menggoda manusia agar mereka jatuh kedalam dosa dan menolak Tuhan.

Pagi ini, seperti jemaat Korintus kita diingatkan oleh Rasul Paulus bahwa iblis selalu mengintai umat Tuhan dan siap untuk menyesatkan kita. Karena itu, dalam keadaan apapun yang kita alami saat ini, baik susah maupun senang, sakit maupun sehat, miskin ataupun kaya, kita harus tetap rajin berdoa dan membaca firmanNya agar kita tidak tertipu oleh iblis yang berusaha menghancurkan kita.

“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 1 Petrus 5: 8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s