Hidup kita untuk kemuliaan Tuhan

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” Filipi 2: 5 – 7

Siapakah Yesus itu? Bagi sebagian orang Yesus adalah seorang guru yang bijaksana, yang sudah mengajarkan berbagai cara hidup yang baik. Bagi orang lain, Yesus adalah salah satu dari banyak nabi utusan Allah yang berasal dari Israel. Walaupun demikian, semua itu tidak sebanding dengan apa yang diyakini umat Kristen: Yesus adalah Anak Allah yang sudah merendahkan diriNya untuk menebus manusia.

Lebih dari itu Yesus adalah Tuhan, yang bersama-sama dengan Allah Bapa dan Roh Kudus adalah merupakan satu Tuhan dengan tiga pribadi. Mengapa satu? Itu karena Bapa, Anak dan Roh adalah suatu kesatuan Ilahi: bahwa mereka dari mulanya selalu ada, dan bersatu dalam segala pertimbangan, rencana dan tindakan. Mempunyai 3 pribadi yang berbeda, mereka adalah satu derajat dan harus disembah dan dihormati oleh umatNya karena Tuhan adalah pencipta dan sumber kehidupan manusia.

Bagaimana mungkinTuhan adalah sumber kehidupan manusia? Tuhan Yesus dalam ayat di bawah menggambarkan orang Kristen sebagai ranting-ranting pohon anggur yang bergantung pada pokok anggur untuk bisa hidup.

“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Yohanes 15: 5

Kita yang sudah diangkat sebagai anak-anak Allah karena pengurbanan Yesus tidak boleh menganggap bahwa sesudah menjadi anak-anak Allah kita adalah orang-orang pilihan yang sudah diselamatkan, dan karena itu tidak perlu memikirkan apa yang perlu kita lakukan untuk memuliakan Tuhan.

Tanpa kesadaran bahwa kita bergantung kepada Tuhan dan harus hidup untuk Tuhan, hidup kita akan tidak berbuah apa yang baik. Seperti itulah, orang-orang Kristen yang hanya mau menerima berkat Tuhan tetapi tidak mau mengubah hidupnya untuk bisa memuliakan Tuhan dan menolong sesama. Seperti itulah orang-orang Kristen yang dalam hidupnya tidak mau memasyhurkan nama Tuhan. Mereka yang nampaknya sudah bekerja keras, mengambil segala kemuliaan untuk diri sendiri. Ini berbeda dengan Yesus yang bekerja di dunia – mengurbankan diri untuk kemuliaan Bapa. Mereka yang hidup untuk diri sendiri adalah seperti ranting-ranting yang tidak berbuah, yang akan dipotong dari pokok anggur karena tidak berguna untuk kerajaan Tuhan.

Pagi ini firman Tuhan mengingatkan kita akan kedudukan kita sebagai ranting-ranting pohon anggur, sebagai bagian dari gereja Tuhan. Sebagai orang Kristen tidak saja kita harus berbuah dalam hal-hal yang baik, tetapi juga harus makin bisa memuliakan Tuhan dan makin bisa melayani sesama. Hari lepas hari, sebagai ranting yang baik, haruslah kita makin banyak berbuah dan makin membawa kemuliaan bagi Dia sumber hidup kita.

“Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.” Yohanes 15: 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s