Dikuatkan dalam kasih Kristus

“Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaanNya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh RohNya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” Efesus 3: 16 – 17

Jacaranda, tanaman berbunga yang berasal dari daerah Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang beriklim tropis dan subtropis. Karena keindahannya, tanaman ini banyak ditanam di berbagai negara termasuk di Indonesia yang bisa dijumpai di halaman kampus IPB di Bogor. Nama Jacaranda sebetulnya adalah nama genus yang menjadi nama umum dari tanaman tersebut.

Tanaman Jacaranda yang bisa tumbuh sampai setinggi 20-30 meter ini adalah pohon besar yang berakar kuat. Pohon ini mulai berbunga pada awal musim kemarau di Indonesia dan musim panas di Australia. Dengan warnanya yang ungu kebiru-biruan, bunga ini bisa bertahan sampai 2 bulan sebelum rontok. Ketika memasuki puncaknya, bunga tanaman ini hampir menutupi seluruh pohonnya sehingga kelihatan sangat indah memesona dipandang mata.

Buah pohon Jacaranda berbentuk seperti kapsul pipih yang mengandung banyak biji ramping. Dari biji yang kecil, pohon ini bisa tumbuh subur di bawah sinar matahari di tanah berpasir. Tanaman dewasa adalah pohon yang kuat yang dapat dikatakan tahan segala cuaca, tetapi tanaman muda lebih rentan dan sering tidak dapat bertahan di musim dingin.

Hidup kita mungkin bisa digambarkan seperti pohon Jacaranda yang harus bertumbuh dari biji yang kecil dalam lingkungan dan iklim yang baik selama bertahun-tahun untuk bisa menjadi pohon yang kuat dan berbunga indah. Dalam ayat di atas, Paulus menyebutkan dua hal yang penting untuk kehidupan orang Kristen.

Pertama, keinginannya agar jemaat di Efesus untuk bertumbuh dalam iman, bukan pengetahuan, meskipun keduanya penting. Perlu diketahui, Paulus dalam Efesus 2:22 juga menggunakan gagasan tentang “tempat kediaman Allah, di dalam Roh”. Lebih lanjut, Paulus juga mengajar orang Kolose, “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu” (Kolose 3:16). Dengan demikian, lingkungan yang baik untuk pertumbuhan iman kita adalah kehidupan dalam kedekatan kepada Yesus Kristus.

Kedua, Paulus berdoa agar para pembacanya aman dalam ketergantungan mereka pada kasih Kristus. Gambarannya adalah pohon yang harus didukung dengan kuat oleh akar yang dalam (Matius 13: 6, 21; 15:13; Markus 4:17). Kasih, khususnya yang diperlihatkan di antara sesama orang Kristen, dan berasal dari Kristusadalah ciri khas iman kita (Yohanes 13: 34-35). Kasih juga dimaksudkan untuk membuat orang Kristen tetap kuat hidup di bumi, tetap di tempat dengan Kristus yang menumbuhkan kita hingga dewasa. Dalam hal ini, Kolose 2: 7 menyebutkan hal yang serupa tentang “berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia dan bertambah teguh dalam iman”.

Hari ini firman Tuhan mengajak kita untuk lebih  memusatkan perhatian kepada hidup kerohanian kita. Mempunyai hidup batiniah yang baik adalah mutlak diperlukan agar kita makin mengenal Tuhan yang sudah menyatakan diriNya kepada kita dan makin bisa mengerti akan kasihNya. Manusia lahiriah kita mungkin makin merosot, dan tantangan kehidupan mungkin membuat tubuh jasmani kita lemah, tetapi manusia batiniah kita haruslah tumbuh semakin kuat. Sekalipun banyak tantangan dalam hidup kita, iman kita akan tumbuh semakin besar dalam persekutuan rohani kita  dengan Kristus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s