Tidak ada orang yang sempurna

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” Roma 3: 23-24

maradona fat

Jika anda ditanya, siapakah tokoh dunia yang anda kagumi, apakah jawab anda? Mungkin ada yang menjawab Mother Theresa, Bung Karno, Mahatma Gandhi atau pemimpin besar lainnya. Mungkin juga pilihan anda adalah Diego Maradona, bintang pemain sepak bola terkenal dari tahun 80an yang membawa kemenangan Piala Dunia ke Argentina pada tahun 1986.

Meninggalnya Diego Maradona membuat dunia sepak bols terkejut. Maradona meninggal dunia akibat serangan jantung di rumahnya di Buenos Aires, pada hari Rabu (25/11/2020). Mantan pemain profesional klub Barcelona dan Napoli ini meninggal pada usia 60 tahun. Pada awal November tahun ini, Maradona sudah sempat dibawa ke rumah sakit di La Plata, Argentina, untuk menjalani operasi otak. Memang kesehatannya sebelum ini sudah sangat memburuk karena gaya hidupnya.

Saya sendiri adalah pecinta sepak bola dan pengagum Maradona. Entah kenapa saya kagum kepada dia, mungkin karena ia bisa membuat gol dari posisi yang sulit atau karena kecepatannya menggiring bola dan mengecoh lawan. Banyak orang yang kagum atas kehebatan Maradona dan menganggapnya sebagai kiriman Tuhan sekalipun tingkah lakunya yang eksentrik dan kehidupannya yang kacau karena penggunaan narkoba, pesta pora dan seks.

Mengenai orang yang dikagumi, pilihan kita pasti didasarkan satu atau beberapa hal yang merupakan keunggulan orang yang kita pilih. Dengan adanya hal yang istimewa itu, kita bisa melupakan hal-hal yang kurang baik yang mungkin ada dalam orang pilihan kita. Dalam hidup kekristenan, mungkin saja kita kagum kepada tokoh-tokoh perjanjian lama seperti Abraham, Musa, Daud dll., atau tokoh-tokoh perjanjian baru seperti Maria, Petrus, Paulus dan sebagainya. Karena itu banyak orang yang memakai nama yang sama dengan nama orang yang dikaguminya.

Walaupun orang-orang diatas mempunyai hal-hal yang baik dan patut dikagumi atau ditiru, ayat Roma 3: 23-24 diatas jelas menyatakan bahwa tidak ada seorangpun yang cukup baik dihadapan Tuhan. Ini tidak berarti bahwa kita tidak boleh mengagumi seseorang, tetapi kekaguman kita itu tidak boleh membuat kita berpikir bahwa orang itu memenuhi standar kebaikan dan kesucian Tuhan. Kita tidak boleh mendewakan apapun dan siapapun sekalipun mereka dipanggil guru, raja, nabi, rasul ataupun presiden.

Sejak jatuhnya Adam dan Hawa kedalam dosa, tidak ada siapapun yang bisa mencapai tingkat kebaikan yang diminta oleh Tuhan. Manusia sesudah kejatuhan pada hakikatnya adalah makhluk yang jahat, termasuk semua tokoh-tokoh di dunia yang dikagumi banyak orang. Bahwa manusia karena dosanya tidak dapat lagi mendekati Tuhan yang mahasuci, merupakan inti pengajaran Kristen yang sangat berbeda dengan agama-agama lain. Diluar agama Kristen, manusia berusaha untuk berbuat baik dengan berbagai cara untuk bisa mendapat keselamatan. Tetapi ini merupakan hal yang sia-sia menurut iman Kristen.

Pagi hari ini, kita diingatkan lagi untuk kesekian kalinya bahwa satu-satunya jalan bagi manusia untuk memenuhi standar Tuhan yang maha tinggi ialah melalui inisiatif Tuhan sendiri yang mau merendahkan diriNya dan menebus dosa manusia melalui darah anakNya, Yesus Kristus. Yesus adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang bisa menghampiri tahta Tuhan kalau tidak melalui Dia.

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. ” Kisah Para Rasul 4: 12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s