Dalam badai nama Tuhan harus tetap dipermuliakan

“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Yohanes 9: 4

Saat ini perayaan Natal telah lewat, dan sekalipun hiasan Natal tetap dipasang sampai datangnya tahun baru, bagi banyak orang suasana perayaan tahun ini terasa sederhana, dan bahkan agak sepi, karena adanya pandemi. Semua orang merasakan perbedaan tahun ini dengan tahun-tahun yang lalu, dan merasa was-was menanti datangnya tahun yang baru.

Bagi banyak orang Kristen, hidup sesudah perayaan Natal biasanya tidaklah banyak berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Kecuali jika ada rencana baru, seperti pindah rumah, pindah sekolah atau ganti pekerjaan. Memang pada umumnya manusia menyukai hidup yang teratur, yang bisa diterka. Jika lebih dari itu, tingkat stres mungkin meningkat dan bisa mengurangi ketenteraman hidup mereka. Tetapi, saat ini siapakah yang menerka apa yang akan terjadi di tahun 2021? Siapakah yang bisa yakin bahwa tahun depan keadaan dunia akan menjadi normal kembali?

Adalah sangat menarik bahwa Yesus memerintahkan pengikutNya untuk bekerja di ladangNya. Perintah ini bukanlah anjuran atau sekedar pilihan, tetapi adalah keharusan. Sebuah Amanat Agung untuk semua orang Kristen agar dilakukan dengan sebaik-baiknya. Hujan atau tidak, kita harus tetap mau menabur benih fiman Tuhan.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” Matius 28: 19

Walaupun demikian, keadaan yang tidak menentu sekarang ini jelas berpotensi mengganggu pekerjaan Tuhan. Gereja dan orang Kristen di seluruh dunia saat ini mengalami kesulitan untuk melaksanakan ibadah yang semestinya. Banyak gereja yang sampai saat ini tetap harus mengadakan kebaktian secara online, dan banyak jemaat yang belum berani untuk ke gereja. Dengan demikian, banyak gereja yang mengalami kesulitan dalam hal biaya. Sebagai akibatnya, banyak umat Kristen yang hidup dalam kekurangan atau penderitaan tidak dapat menerima bantuan atau perhatian yang cukup.

Apa yang bisa kita rencanakan dalam suasana prihatin saat ini? Bagaimana kita bisa mengabarkan Injil dan melayani sesama jika kita tidak tahu apa yang akan terjadi tahun depan? Sebagai orang beriman, kita tentu sadar bahwa Tuhan tidak menghendaki umatnya menderita. Tuhan tidak pernah mencobai anak-anakNya. Walaupun demikian, Tuhan terkadang memperbolehkan sesuatu yang tidak nyaman untuk memberi peringatan agar kita tetap mau berjalan menurut firmanNya. Semua yang terjadi di dunia ini adalah sesuai dengan rencanaNya. Karena itu, sebagai orang percaya kita harus tetap bisa memancarkan terang Kristus di tengah kegelapan dunia.

Hari ini kita diingatkan bahwa tidak cukup bagi kita untuk merayakan Natal dan mensyukuri keadaan kita sendiri sebagai manusia yang sudah diselamatkan. Perintah Tuhan agar kita bisa mengasihi sesama kita menuntut dedikasi hidup untuk membawa kabar keselamatan kepada seisi dunia dalam situasi apa pun. Memang mungkin kita tidak dapat berpartisipasi sepenuhnya dalam kegiatan gereja di saat ini, tetapi kita harus berusaha semaksimal mungkin, selama kita masih bisa dan selama kesempatan kita masih ada, untuk memasyhurkan nama Tuhan dalam apa yang bisa kita kerjakan hari demi hari, sekalipun itu tidak mudah dilakukan. Dengan demikian, makin banyak orang disekitar kita yang mendapat kesempatan untuk mengenal Tuhan yang sudah memperbarui hidup kita.

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5: 16

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s