Takutlah akan Tuhan

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku.Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.” Mazmur 23: 1-3

Di Australia, hari sesudah hari Natal dinamakan Boxing Day. Boxing Day adalah istilah yang merujuk pada tradisi di Inggris, dan juga negara Eropa lain, ketika banyak kaum pekerja yang harus bekerja di hari Natal dan baru keesokan harinya (26 Desember) bisa merayakan Natal. Pada hari itu, para pekerja itu berkesempatan membuka hadiah yang mereka terima dari para bangsawan, tuan tanah, perusahaan, hingga pemilik modal. Hadiah itu biasanya berada dalam kotak (box), sehingga hari tersebut dikenal sebagai boxing day.

Pada saat Boxing day kemarin, seperti biasanya toko-toko besar mengadakan “sale” besar-besaran. Harga barang-barang mewah bisa mendapat discount sampai 50%. Karena itu, dari siaran TV saya bisa melihat banyaknya orang yang berdesak-desakan memasuki berbagai toko, seakan lupa bahwa saat ini setiap orang seharusnya tetap berhati-hati dan menjaga jarak untuk menghindari penyebaran virus corona. Begitulah, jika manusia sangat menginginkan sesuatu, mereka akan berusaha memperolehnya dan tidak takut akan segala konsekuensi yang ada. Bahkan, seperti Adam dan Hawa, umat manusia sering lupa akan Tuhan jika mereka menginginkan sesuatu.

Dengan memasuki tahun baru, umumnya orang berharap bahwa keberuntungan yang lebih besar akan bisa didapat. Tidak ada bedanya dengan tahun baru Imlek, memasuki tahun baru Masehi ini orang saling mengucapkan harapan untuk kesehatan, kesuksesan, rejeki dan lain-lain. Orang Kristen pun sering terperangkap dalam situasi yang serupa, sekalipun buat mereka sebenarnya lebih penting untuk memikirkan soal surgawi daripada hal-hal duniawi.

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Matius 6: 33

Yesus sudah mengajarkan bahwa sebagai orang percaya kita harus berharap agar Roh Kudus makin bekerja dalam hidup kita, sehingga hidup kita bisa makin dekat kepada Tuhan dan bisa berbahagia. Dengan kedekatan manusia kepada Tuhan, kekuatiran akan apapun bisa dikalahkan melalui iman yang makin dikuatkan. Lebih dari itu, karena Tuhan menyenangi orang yang punya rasa takut kepadaNya, Ia akan menambahkan berkatNya dalam berbagai hal yang lain.

TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya. Mazmur 147: 11

Memang, dalam Alkitab ada banyak contoh dimana orang-orang yang takut akan Tuhan, menjalani hidup mereka sesuai dengan apa yang dikehendakiNya. Orang-orang seperti Abraham, Jusuf, Musa dan Daud yang dalam segala kelemahan mereka, selalu kembali kepada keinsafan bahwa Tuhan yang mahakasih adalah seperti seorang gembala yang ingin membawa semua dombaNya ke padang rumput yang hijau. Orang-orang sedemikian diberkati Tuhan dalam hidup mereka, karena mereka mau menuruti panggilan Tuhan.

Ayat pembukaan diatas mengambarkan bagaimana Tuhan gembala kita membawa kita, domba-dombaNya, ke padang yang berumput hijau. Tetapi dalam kenyataannya, ada domba-domba yang berhenti pada suatu tempat dan tidak mau mengikuti Dia karena adanya sejengkal rumput hijau didepan mata. Mungkin juga ada domba-domba lain yang ingin menemukan padang rumput dengan usaha sendiri. Domba- domba yang sedemikian sudah mengabaikan rasa takut kepada si Gembala. Orang-orang semacam itu mungkin yakin bahwa kebahagiaan dapat ditemukan melalui kesuksesan, kekayaan, kemasyhuran yang dicapai dengan segala cara, termasuk cara-cara yang tidak jujur atau melanggar hukum.

Hari ini, dalam memikirkan apakah harapan apa yang terbaik untuk orang-orang yang kita kasihi dan untuk kita sendiri pada tahun yang akan datang ini, biarlah kita tidak ragu untuk berharap agar semua orang bisa menumbuhkan rasa takut akan Tuhan kita yang mahakuasa, mahatahu, mahakasih dan mahabijaksana. Dengan itu tahun yang baru bisa diisi dengan keyakinan bahwa Tuhan akan menyertai kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s